TIMIKA, TelukPapua.com – Karya Kepausan Indonesia (KKI) dan Komisi Karya Misioner (KKM) Dekanat Keuskupan Timika – Agimuga untuk pertama kali menggelar kegiatan pembinaan Animator/Animatris Sekami se – Dekanat Timika-Agimuga di Aula Lorese SCJ SP 3, Minggu (28/9).
Kegiatan tersebut mengusung tema: “Bersama Anak Menjadi Sahabat Kristus di Jalan Peziarahan Iman,” dengan tujuan meningkatkan kreativitas pendamping sekolah Minggu dan Remaja, meningkatkan spiritualitas pendamping Sekami, mempererat hubungan antar pendamping sekami dan Bina Iman se-Dekenat Keuskupan Timika-Agimuga.
Kegiatan yang pertama kali digelar ini menghadirkan pembina Animator/Animatris sekami Paroki se-Dekanat Timika – Agimuga dengan jumlah peserta tiap paroki sebanyak 20 orang yakni dari Paroki Imanuel Mapurujaya, Paroki St. Stefanus Sempan, Paroki Tiga Raja, Paroki Sta. Sisilia SP 2, dan Paroki St. Petrus SP 3 dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
Markus Apriyono, SCJ selaku Pastor Moderator KKI/KKM Dekanat Timika-Agimuga saat diwawancarai TelukPapua.com, menekankan pentingnya kolaborasi yang kreatif antar para animator/animatris.
“Yang jelas kita harus berkolaborasi, mereka harus berkolaborasi antara yang muda dan yang tua. Jadi bagaimana membentuk tim animasi ketika gerak dan lagu yang muda terlibat dan untuk pengajaran yang tua terlibat. Artinya kolaborasi dalam kreatifitas, supaya jarak antar yang diajar dan yang mengajar tidak ada gep,” ungkapnya.
Lanjut Apriyono, pihaknya berharap kegiatan ini menjadi masukan dan pembekalan bagi para pembina animator/animatris ke depan.
“Kegiatan yang dilakukan ini untuk membekali para animator/animatris karena mereka yang langsung bertemu dengan anak – anak supaya mereka juga disegarkan sekaligus menjadi masukan bersama apa yang harus dibuat kedepanya supaya pendampingan anak dan remaja lebih mantap kedepanya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, dalam konteks keagamaan atau pembinaan iman, animator dan animatris adalah pendamping iman yang membimbing dan mendidik anak-anak serta remaja untuk mengenal dan menjalani iman secara pribadi, serta menumbuhkan semangat misioner di antara mereka.
Kegiatan tersebut ditutup dengan perayaan Misa dan dilanjutkan dengan foto bersama. (John)

