TIMIKA, TelukPapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) menggelar Seminar Pendahuluan Penyusunan Dokumen Indeks Bidang Infrastruktur Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2025 di ruang lantai 1 Kantor Bappeda, Kamis (6/11).
Seminar ini diikuti 6 organisasi perangkat daerah yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, Diskominfo, Dinas Perhubungan (DISHUB), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP)
Seminar dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, S.Sos., M.Tr.IP..
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan, Frans Kambu menjelaskan, pembangunan lnfrastruktur merupakan salah satu pilar utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas antar wilayah dan memperluas akses pelayanan publik di Kabupaten Mimika.
“Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bappeda berinisiatif untuk mengembangkan indeks kualitas Infrastruktur Kabupaten Mimika yang terukur, komprehensif, dan konstekstual,” katanya.
Lebih lanjut kata Kambu, dikatakan serta didukung oleh kamus indikator sebagai acuan utama dalam pengumpulan, pengelolahan dan interpretasi data di berbagai sektor.
Melalui kamus ini diharapkan;
1. Tersedianya standar indikator yang jelas konsisten yang terukur
2. Tersusunnya formula perhitungan yang berbasis data
3. Terciptanya integrasi dan lintas sektor
4. Terwujudnya sistem monitoring dan evaluasi pembangunan yang lebih transparan dan akuntabel.
Menurut Kambu dengan adanya indeks kualitas Infrastruktur Mimika, akan memiliki alat ukur objektif yang dapat, mengidentifikasi kesenjangan antar wilayah, menentukan prioritas investasi infrastruktur dan, memantau efektivitas intervensi pembangunan dari tahun ke tahun.
“Dengan kata lain, indeks kualitas infrastruktur akan menjadi kompas baru pembangunan infrastruktur Mimika, yang menuntun kita untuk tidak hanya membangun lebih banyak, tetapi juga membangun lebih baik,” katanya.
Kambu berharap, seminar awal ini menyatukan pemahaman, memperkuat metodologi serta memastikan keterlibatan semua pihak.
“Kegiatan seminar awal ini menjadi forum yang produktif untuk menyatukan pemahaman, memperkuat metodologi serta memastikan keterlibatan semua pihak, baik perangkat daerah, akademisi maupun masyarakat dalam proses penyusunan kamus indikator indeks kualitas infrastruktur ini,” ungkap Kambu.
Seminar dimulai dengan kajian indeks infrastruktur yang dibawakan oleh tenaga ahli, Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya, Prof Dr. Abullah Said, M.Si dan tim. (John)

