• Advertise
  • Redaksi
  • Contact Us
Teluk Papua
  • BERANDA
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Teluk Papua
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Warga Amungme di Kelurahan Kamoro Jaya Keluhkan Jalan Rusak, Kesulitan Air Bersih dan Rumah Tak Layak Huni

admin_telukpapua by admin_telukpapua
3 months ago
in BERITA UTAMA, MIMIKA
Warga Amungme di Kelurahan Kamoro Jaya Keluhkan Jalan Rusak, Kesulitan Air Bersih dan Rumah Tak Layak Huni

Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, S.STP meninjau langsung kali yang airnya dipakai oleh warga untuk mencuci dan mandi di Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika Jumat, 23 Januari 2026. Foto: Brayen/TelukPapua.Com.

0
SHARES
154
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TIMIKA,TelukPapua.Com — Sejumlah warga asli Suku Amungme yang bermukim di RT 11 dan RT 45 Kelurahan Kamoro Jaya, Kawasan Jalan Hasanudin-Irigasi  Distrik Wania, Kabupaten Mimika, menyampaikan keluhan serius terkait sejumlah kondisi infrastruktur dasar yang hingga kini belum memadai.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Alex Onawame, saat kunjungan lapangan Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun,S.STP dalam kegiatan Clean Friday pada Jumat, 23 Januari 2026.

Alex Onawame mengungkapkan, warga Amungme yang tinggal di kawasan tersebut telah lama hidup dalam keterbatasan, meski berada di jantung Kota Timika. Salah satu persoalan paling mendesak adalah kondisi jalan sosial yang rusak parah sejak dibangun pada tahun 2006–2007 dan belum pernah tersentuh perbaikan kembali.

“Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan. Masyarakat sering kesulitan melintas, bahkan pernah ada seorang ibu yang melahirkan di tengah jalan karena kendaraan  tidak bisa lewat dengan baik akibat jalan berlubang dan rusak,” kata Alex  Onawame saat di temui jurnalis  TelukPapua.Com  di Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Jumat 23 Januari 2026.

Selain jalan, warga juga menghadapi keterbatasan hunian layak. Dalam satu rumah, kata Alex, sering dihuni oleh tiga hingga lima kepala keluarga. Kondisi tersebut dinilai sangat tidak manusiawi dan berisiko, terutama bagi anak-anak dan perempuan maka perlu adanya  uluran tangan dari pemerintah untuk membantu warga di wilayah ini.

Lebih lanjut kata Alex, persoalan lain yang tak kalah krusial adalah ketersediaan air bersih. Hingga kini, warga masih menggunakan air kali yang tercemar untuk mandi, mencuci pakaian, dan peralatan makan. Air tersebut berwarna hitam dan tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

“Sebelumnya ada penyediaan sumur boor dari pihak TNI-POLRI tetapi fasilitasnya sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Sehingga hal itu membuat anak-anak mandi di kali, kami juga cuci piring dan pakaian di situ. Air yang digunakan di kali ini jelas tidak sehat, tapi kami tidak punya pilihan lain karena tidak ada air bersih,” jelasnya.

Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, S.STP dan masyarakat Amungme foto bersama setelah kegiatan pada Jumat, 23 Januari 2026. Foto:Brayen/TelukPapua.Com

Alex juga menyoroti tidak tersedianya layanan fasilitas  umum mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sebagian besar rumah warga. Mayoritas rumah di kawasan tersebut belum memiliki fasilitas sanitasi dasar, sehingga semakin memperburuk kondisi kesehatan lingkungan.

Masalah lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah kondisi kali dan jembatan. Menurutnya, aliran sungai telah berubah akibat banjir, menyebabkan longsor dan mengancam rumah-rumah di sekitarnya. Warga berharap adanya normalisasi kali sekaligus pembangunan jembatan, agar akses pelayanan pemerintah seperti kesehatan dan pendidikan bisa masuk ke wilayah tersebut.

“Kami minta  pemerintah Kabupaten Mimika untuk fasilitasi layanan umum MCK, normalisasi kali dan pembangunan jembatan. Sehinga kebutuhan dapat  tercukupi dan  keselamatan warga tetap aman dan juga pemerintah bisa masuk  menghadirkan layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum lainnya yang nantinya disediakan dari kami ketika normalisasi kali dan pembangunan jalan tersedia,” tambahnya.

Atas nama masyarakat Amungme di Kelurahan Kamoro Jaya, Alex berharap Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, dapat memberikan perhatian serius dan menjadikan wilayah mereka sebagai prioritas pembangunan pada tahun 2026.

“Kami orang asli Amungme, tinggal di kota ini, tapi seakan tidak punya orang tua. Kami mohon pemerintah melihat dan mensejahterakan kami,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Distrik Wania, Melryn Temorubun, S.STP, menyampaikan bahwa kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin Clean Friday, sekaligus tindak lanjut dari aspirasi warga yang sebelumnya telah disampaikan ke kantor distrik.

“Kami turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya. Apa yang disampaikan Bapak Alex benar adanya. Jalan rusak, rumah tidak layak huni, tidak ada MCK, dan air bersih menjadi persoalan utama di sini,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihak distrik memiliki peran untuk melaporkan dan mengoordinasikan temuan lapangan tersebut kepada pimpinan daerah dan dinas teknis terkait, seperti Dinas PUPR dan Dinas terkait lainnya.

“Kami akan membawa laporan lengkap dan gambaran kondisi lapangan kepada Bupati, Wakil Bupati, serta OPD terkait. Harapannya, pada tahun 2026 ini ada program yang bisa diprioritaskan untuk masyarakat Amungme di Kelurahan Kamoro Jaya,” jelasnya.

Melryn juga menyoroti kondisi rumah warga yang rawan roboh, terlebih dengan adanya peringatan cuaca ekstrem oleh BMKG Kabupaten Mimika  akhir-akhir ini, terkait hujan lebat dan angin kencang.

“Beberapa rumah sangat rawan. Dalam satu rumah bisa dihuni beberapa kepala keluarga. Ini menjadi perhatian serius kami dan harus segera ditangani,” tambahnya.

Ia berharap, dengan melihat langsung kondisi lapangan, seluruh pihak terkait dapat memiliki kesamaan persepsi dan memberikan respon positif demi peningkatan kesejahteraan warga asli yang telah lama menetap dan ber-KTP di Distrik Wania.

“Kami mohon agar apa yang kami laporkan ini benar-benar ditindaklanjuti, karena kondisi di sini tidak mencerminkan kehidupan masyarakat yang tinggal di pusat kota,” pungkasnya. (Brayen Wara)

Previous Post

Pemerintahan Distrik Wania dan Kampung Kadun Jaya Berkolaborasi Ciptakan Inovasi Baru Perkuat Peran Perempuan di Wilayah Distrik Wania

Next Post

Kelurahan Inauga Laksanakan Program Clean Friday Setiap Pekan

admin_telukpapua

admin_telukpapua

Next Post
Kelurahan Inauga Laksanakan Program Clean Friday Setiap Pekan

Kelurahan Inauga Laksanakan Program Clean Friday Setiap Pekan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teluk Papua

© 2025 Teluk Papua

Redaksi

  • Advertise
  • Redaksi
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • TelukPapua.com
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL

© 2025 Teluk Papua