TIMIKA, TelukPapua.com – YLBH Papua Tengah mengingatkan pemilik toko emas selaku pihak yang selama ini membeli emas hasil dulang emas untuk berani ‘Speak Up’ atau berbicara ke public terkait alasan utama sehingga toko emas ditutup.
“Kami menganalisa selama ini bahwa ada sesuatu yang ditutupi pemilik toko, karena itu mereka tidak berani berbicara di public,” tegas Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, S.H kepada TelukPapua.com, Sabtu, 28 Februari 2026.
Yosep menegaskan, pemilik toko emas harus berani bicara di public, jika ada hal yang dianggap tidak benar.
“Silakan bicara ke public. Sudah pasti public mendukung, hal yang benar kenapa takut menyampaikan ke public. Tujuannya baik, kalau ada hal yang salah silakan saja kenapa takut. Kami YLBH Papua Tengah siap melakukan pendampingan hukum untuk membongkar kotak pendora yang selama tersandra,” paparnya.
Kata Yosep, YLBH Papua Tengah meminta Presiden Prabowo untuk membentuk tim independen untuk mengungkap apa yang selama ini dialami pemilik toko emas yang menutup toko tanpa alasan yang jelas.
“Dengan menutup toko emas berimplikasi terhadap stabilitas keamanan dan perekonomian di Kabupaten Mimika, perlu diingat bahwa salah satu putaran ekonomi di kalangan masyarakat ekonomi kebawah pendulang emas yang mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mimika,” katanya.
Yosep menambahkan, penutupan toko emas bukanlah kali pertama terjadi karena sudah berulang kali dilakukan pemilik toko. Kala itu, para pendulang pernah melakukan demonstrasi besar-besaran sebanyak dua kali di Kantor DPRK Mimika bahkan dilakukan rapat dengar pendapat dengan DPRK Mimika, namun anehnya toko emas tidak berani menyampaikan keterbukaan kepada pendulang.
“Kami menilai bahwa pemilik toko emas tidak beritikat baik untuk terbuka soal kotak pendora kepada pendulang tradisional. Alasan yang disampaikan kepada pendulang sesuatu yang tidak jelas, maka kami menilai bahwa ada sesuatu yang disembunyikan pemilik toko emas kepada pendulang tradisional,” katanya. (red)

