TIMIKA, TelukPapua.com – Kepala Distrik Jita, Suto H. Rontini, menegaskan pentingnya dukungan masyarakat dalam mendukung program pembangunan pemerintah yang berfokus pada pengembangan kampung. Hal tersebut disampaikan Suto H. Rontini dalam pertemuan bersama para kepala kampung, aparat keamanan, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta perwakilan masyarakat di Distrik Jita.
Kepala Distrik Jita Suto Rontini menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan, kepala Puskesmas beserta tenaga kesehatan, serta para kepala sekolah yang selama ini terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi Orang Asli Papua di wilayah Distrik Jita.
Ia menilai berbagai upaya yang telah dilakukan oleh tenaga kesehatan dan pendidik, termasuk pengembangan layanan kesehatan dan pendidikan berbasis digital, merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini sudah bekerja dan melayani masyarakat di distrik kita. Apa yang sudah dilakukan untuk masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, sangat berarti,” ujar Suto Rontini.
Lanjutnya, ia menyampaikan bahwa berbagai usulan pembangunan dari masyarakat dan pemerintah kampung akan menjadi bahan perencanaan pembangunan daerah pada tahun 2027. Beberapa program yang telah diusulkan pada tahun sebelumnya juga diharapkan dapat direalisasikan pada tahun ini.
“Pemerintah daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) saat ini sedang menyiapkan data potensi distrik secara menyeluruh sebagai dasar perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan daerah ke depan akan mengacu pada visi dan misi kepala daerah yang menitikberatkan pembangunan dari kampung menuju kota. Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan data yang lengkap mengenai potensi setiap distrik dan kampung sebelum program pembangunan dilaksanakan secara maksimal.
“Kepala daerah tidak bisa bekerja tanpa data. Karena itu kami sedang menyiapkan survei potensi distrik agar pembangunan ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah data potensi distrik tersedia, arah pembangunan dan penganggaran akan lebih difokuskan pada wilayah kampung dan daerah pedalaman. Sementara untuk wilayah perkotaan, kemungkinan akan mengalami pengurangan alokasi anggaran pembangunan.
“Kedepan pembangunan akan lebih banyak diarahkan ke kampung dan wilayah pegunungan. Ini sesuai dengan komitmen pemerintah daerah untuk memulai pembangunan dari kampung ke kota,” katanya.
Selain membahas perencanaan pembangunan, Kepala Distrik Jita juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya dukungan terhadap program pemerintah, khususnya terkait penyediaan lahan untuk pembangunan fasilitas umum.
Ia menegaskan bahwa selama ini berbagai fasilitas pemerintah di Distrik Jita dapat dibangun karena adanya dukungan masyarakat yang memberikan lahan tanpa menuntut pembayaran.
“Kalau pemerintah punya program tetapi masyarakat tidak mendukung, pembangunan tidak akan berjalan. Puji Tuhan sampai hari ini banyak fasilitas pemerintah bisa dibangun karena masyarakat memberikan tanah secara sukarela,” ungkapnya.
Suto H. Rontini juga meminta masyarakat untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun, termasuk fasilitas kesehatan dan pendidikan, agar para tenaga kesehatan maupun guru merasa aman dan nyaman saat bertugas di kampung.
Menurutnya, keamanan dan kenyamanan tenaga pelayanan sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Kalau tenaga kesehatan dan guru tidak merasa aman dan nyaman, mereka tidak akan betah bekerja di kampung. Karena itu masyarakat harus menjaga mereka dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kunjungan pemerintah distrik ke kampung-kampung yang dilakukan setiap tahun memiliki tujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan fasilitas umum.
Pemerintah, lanjutnya, siap membangun berbagai fasilitas di kampung selama masyarakat bersedia menyediakan lahan yang dibutuhkan.
“Kalau kita membuka diri dan memberi ruang, pembangunan pasti datang. Tapi kalau kita terus menutup diri, kampung kita tidak akan pernah berkembang,” ujarnya.
Kepala Distrik Jita menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena pertemuan kali ini tidak dapat dilaksanakan langsung di kampung seperti biasanya. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung serta keterbatasan waktu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut telah dicatat dan akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan ke depan.
“Kami berharap semua usulan yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian bersama sehingga program pembangunan yang direncanakan benar-benar bisa terlaksana untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun Distrik Jita agar ke depan kondisi wilayah dan kesejahteraan masyarakat dapat semakin baik.(G.Fakaubun)

