TIMIKA, TelukPapua.com — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan Pemuda Muslim Mimika Baru bersama Pemerintah Distrik Mimika Baru dalam puncak acara penyerahan hadiah Lomba Kebersihan Lingkungan Masjid se-Distrik Mimika Baru.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun S.STP, menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh Pemuda Muslim Mimika Baru yang dinilai berhasil menghadirkan gerakan positif bagi masyarakat meski disiapkan dalam waktu singkat.
“Kami melihat ini sebagai gerakan luar biasa. Inilah pemuda yang pemerintah harapkan, pemuda yang tidak hanya bicara tetapi turun langsung menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” tegasnya.
Ia menyoroti persoalan banjir dan sampah yang terus terjadi akibat pelanggaran tata lingkungan yang selama ini dianggap biasa. Menurutnya, banyak saluran air ditutup tanpa pengawasan sehingga menyebabkan banjir yang justru paling dirasakan masyarakat kecil.
“Ketika jalur air ditutup dan sampah menumpuk, akhirnya masyarakat kecil yang menjadi korban. Mereka yang tidak punya kemampuan ekonomi untuk pindah atau membangun rumah baru akhirnya harus menerima dampak dari sistem yang salah,” ujarnya.
Merlyn Temorubun juga mengaku bersyukur karena kehadiran Pemuda Muslim Mimika Baru menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan.
Juara Lomba Kebersihan Lingkungan Masjid:
Juara 1: DKM Nurul Hidayah
Juara 2: DKM As-Syuhada
Juara 3: DKM Ittihadul Ummah
Juara 4: DKM An-Nur
Ia menegaskan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi sosial bagi masyarakat, terutama dalam membangun budaya bersih dan peduli lingkungan.
“Kami siap berkolaborasi dan menjembatani semua program positif. Kalau ada gerakan kebersihan, pengelolaan sampah, atau kegiatan sosial lainnya, pemerintah siap berjalan bersama,” katanya.
Dalam sambutannya, ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya aktif di media sosial atau grup WhatsApp, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat untuk mencari solusi nyata atas persoalan daerah.
“Pemuda jangan hanya sibuk mengkritik di grup WhatsApp. Kritik itu penting, tetapi yang lebih penting adalah turun bersama menyelesaikan masalah. Kalau programnya baik untuk Mimika, maka suka atau tidak suka kita harus kerja bersama,” tegasnya.
Acara kemudian resmi ditutup dengan penuh rasa syukur dan semangat persaudaraan, sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keharmonisan Kota Timika. (G.Fakaubun)

