Timika, TelukPapua.com – Launching Gerakan Clean Friday di halaman Kantor Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, dihadiri langsung Bupati Mimika Johannes Rettob, sekaligus membuka kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan tifa dan penyerahan secara simbolis alat kelengkapan sampah kepada warga, Jumat (29/8).
Turut hadir dalam Kegiatan tersebut, para Kepala Distrik, Kepala Kelurahan/Kampung, Kepala Sekolah, pihak Puskesmas, Kapolsek, Danramil, RT dan para pelajar.
Dalam sambutannya Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan gerakan Jumat bersih ini guna mendukung Program Pemerintah Daerah sekaligus Program Pemerintah Pusat.
“Kiita memulai dengan suatu program luar biasa, mendukung Program Presiden. Program ini yang harus kita canangkan di seluruh wilayah Kabupaten Mimika”, ungkapnya.
Bupati John memberikan apresiasi kepada pihak Distrik, karena telah mengagas gerakan Jumat bersih.
“Wania menjadi pionir untuk membuat Jumat bersih.
Kedepanya kami akan keluarkan surat edaran untuk tidak membuang botol,” ucapnya.
Lanjut Bupati, lingkungan bersih masyarakat sehat, lingkungan bersih masyarakat pintar.
“Jadi pentingnya kerja sama semua warga, Aparat Kampung, Lurah, RT dan Distrik untuk berkomitmen dan siap mendukung Program Clean Friday,” katanya.
Bupati menambahkan, mulai hari Jumat, semua stakeholder harus komitmen bersama warga membersihkan lingkungan sekitarnya.
“Kita komitmen, kita harus siap”, tegasnya.
Bupati meminta kepada para Kepala Kampung, Lurah dan RT untuk terus menjaga dan merawat Gerakan Clean Friday.
Kelurahan jadi contoh dari satu kelurahan ke kelurahan lain, dari distrik dari, RT ke RT lainnya agar jadi bersih”, tuturnya.
Bupati Jhon, berharap pencanangan Mimika bersih mulai dari Distrik Wania.
Mimika bersih kita mulai dari Wonosari Jaya Kalau mau lingkungan kita bersih kita harus mulai bersama-sama”, ungkapnya.
Sementara itu, Merlyn Temorubun selaku Plt Kepala Distrik Wania saat ditemui TelukPapua.com menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut, agar terciptanya kebersihan dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Sudah tentunya menjadi motor penggerak untuk kebiasaan new normal, kebiasaan baru di Wania yang bersih-bersih, menggunting malaria dan berusaha menekan sampai habis malaria”, tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama, pemeriksaan malaria gratis oleh Puskesmas setempat, dan aksi bersih serentak. (John)

