TIMIKA, TelukPapua.Com – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISPARPORA) Kabupaten Mimika menggelar rangkaian kegiatan dengan tema ‘pelatihan pembinaan kesenian yang masyarakat pelakunya dalam daerah kabupaten/ kota, bagi pelajar tingkat SMP dan SMA /SMK sejak Selasa 17 November 2025 dan nantinya penutupan dilakukan Senin, 24 November 2025.
Kegiatan ini mencakup tiga fokus utama, yaitu pelatihan seni tari tradisional,seni musik tradisional dan desain produk kreatif berbasis budaya lokal.
Dosen Musik STKIP Kusuma Negara, Arham Udin Ali, selaku pembina kegiatan, mengatakan bahwa sebagian besar peserta memulai dari kemampuan dasar. Namun melalui metode pengajaran bertahap, perkembangan musikal mereka sangat signifikan.
“Banyak anak-anak yang berangkat dari kemampuan nol. Hari pertama kami bagi kelompok, lalu ajarkan dasar penciptaan lagu, unsur musik, hingga cara memainkan alat musik tradisional yang dipadukan dengan musik barat,” jelasnya kepada wartawan Teluk Papua.Com Jumat 21 November 2025.
Lebih lanjut kata Arham, selama pelatihan, peserta diajak menciptakan lagu bertema budaya Mimika mulai dari cerita rakyat, tokoh lokal, hingga kondisi alam. Mereka kemudian belajar membuat aransemen dan memadukan ukulele, gitar, serta teknik vokal khas Mimika.
Dia menilai progres peserta mencapai 95%.
“Dari hari pertama sampai terakhir, mereka sudah mampu menerapkan prinsip dasar aransemen, dinamika, serta kerja sama dalam ensemble. Tinggal pemantapan saat gladi agar hasilnya 100 persen,” ujarnya.
Selama proses pelatihan, Dosen Musik STKIP menambahkan, selain musikalitas, aspek sosial dan psikologis peserta juga meningkat.
“Awalnya mereka malu-malu, tapi lewat kerja kelompok dan yel-yel, mereka jadi lebih berani tampil,” tambahnya.

Pada saat yang sama, DISPARPORA juga menghadirkan pelatihan desain produk yang dibina oleh Iman Setia Budi, Desainer Produk dari Aliansi Industri Indonesia.
Kata dia,setelah pembukaan kegiatan hari pertama Senin (17/11) dan masuk hari kedua hingga gladi peserta diajak membuat produk turunan berbasis warisan budaya lokal, seperti noken, anyaman pandan, perhiasan, pot bunga, hingga dekorasi dinding.
“Di hari kedua mereka fokus membuat konsep desain. Besoknya baru bikin prototipe. Hari ketiga kami ajarkan memotret produk dengan teknik sederhana agar bisa tampil menarik di media sosial,” jelasnya
Lanjut Iman,kegiatan yang berjalan dari hari pertama mulai, hingga di jumat ini antusias peserta sangat tinggi.
“Mereka terbuka menerima masukan, punya ide-ide beragam, dan mampu mengaplikasikan konsep hingga menghasilkan produk jadi,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Desainer Aliansi Industri Indonesia, harapanya kegiatan ini dapat berlanjut secara rutin dan dikembangkan melalui kompetisi antar sekolah.
“Kalau bisa setelah pelatihan ada kompetisi dan pameran. Tema dasarnya warisan budaya, tapi hasilnya harus produk yang bisa dipakai masyarakat sekarang,” sarannya.
Melalui kegiatan pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini, DISPARPORA Mimika berharap pelajar dapat mengenal seni tradisi, mengembangkannya secara kreatif, sekaligus memahami peluang ekonomi dari karya budaya.
Berdasarkan pantauan wartawan TelukPapua.Com selama pelatihan berlangsung, antusias oleh para peserta dari ketiga kelompok, seni tari tradisional,seni musik tradisional,seni kerajinan tradisonal dan pembina tiap-tiap kelompok sangat luar biasa. Tidak hanya itu, tiap-tiap pembina membawakan metdohe pembelajaran yang patut dipuji sehinga dapat membuat peserta sangat antusias dan termotivasi dari kegiatan yang diagendakan oleh DISPARPORA. (Brayen)

