TIMIKA, Teluk Papua.Com – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengapresiasi tiga generasi muda Papua asal suku Amungme dan Kamoro yang berhasil meraih gelar dokter melalui program beasiswa PTFI yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Ketiganya resmi menyelesaikan pendidikan kedokteran di berbagai universitas di Indonesia. Tiga dokter tersebut adalah dr. Thalia Thomas Karupukaro, dokter perempuan pertama dari suku Kamoro, dr. Christanto Beanal, dokter laki-laki pertama dari suku Amungme dan dr. Sephia Jangkup, dokter perempuan pertama dari suku Amungme.
Terkait kesuksesaan itu, Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, serta ketekunan para penerima beasiswa.
“Kami mengapresiasi pencapaian ketiga anak penerima beasiswa PTFI ini. Mereka membuktikan bahwa kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, sikap yang adaptif, serta kegigihan dalam belajar telah mengantarkan mereka meraih cita-cita. Freeport Indonesia melalui program beasiswa turut bangga dapat menjadi bagian dari langkah besar anak-anak Papua terus berprestasi di tingkat Nasional dan global,” kata Claus Wamafma di Timika, Sabtu 22 November 2025.
Lebi lanjut kata Claus,program pendidikan PT.Freport Indonesia yang dikelola melalui lembaga suku Amungme dan Kamoro ini merupakan janji dari PTFI demi mendorong suksesnya pendidikan di tanah Papua.
“Program beasiswa PTFI yang dikelola melalui YPMAK ini merupakan realisasi komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan untuk anak-anak Papua. Kolaborasi PTFI dan YPMAK bersama pemerintah akan terus mendorong pengembangan pendidikan bagi anak anak Papua dalam menggapai cita-cita mereka,” katanya.
Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI juga menambahkan,program PTFI yang dikelola oleh lembaga tersebut terkait pelayanan pendidkan,kesehatan, ekonomi,infrastruktur realisasinya dari sejak lama dengan memfokuskan terhadap warga masyarakat papua.
“Program beasiswa YPMAK telah berjalan sejak 1996 dan menjadi salah satu investasi sosial utama PTFI di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur, dengan fokus peningkatan kualitas SDM Papua, khususnya masyarakat Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya,” tambahnya.
Selain itu Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka juga menyampaikan ketiga dokter tersebut telah Menunjukkan pencapaian yang luar biasa.
“Kami akan siapkan sumber daya manusia yang kuat Melalui dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia untuk menghasilkan masyarakat yang lebih Berkualitas, yang pada akhirnya mereka bisa menciptakan sesuatu yang bisa membantu Masyarakatnya sendiri,” kata Leo.
Mengenai dengan Memperoleh kejayaan itu, Thalia menceritakan kisanya sebelum merai kesuksesan tersebut,ia menerima beasiswa sejak SMP pada 2013 hingga menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Atma Jaya.
Ia mengaku banyak pengalaman emosional dan akademik yang menempa dirinya. Dua momen paling berkesan baginya adalah ketika terpilih mewakili Sulawesi Utara dalam lomba nasional geosains, serta saat seorang pasien kembali untuk mengucapkan terima kasih setelah ditolongnya.
“Saya ingin menjadi solusi bagi masyarakat yang masih sulit mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Christanto Beanal menamatkan pendidikan kedokteran di Unika Atma Jaya dan tengah melanjutkan studi S2 Manajemen Rumah Sakit di UPH. Ia menilai YPMAK tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga bantuan moral dan psikologis.
“Support system sangat penting dalam pendidikan kedokteran. Kami saling menguatkan,” katanya.
Adapun dr. Sephia Jangkup, lulusan Fakultas Kedokteran UKI Jakarta awal 2025, kini menjalani internship di RSUD Mimika. Ia bangga dapat menunjukkan bahwa anak-anak Amungme dan Kamoro mampu menjadi tenaga kesehatan profesional.
“Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga motivasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya. (Brayen)

