TIMIKA, TelukPapua.com – Deby Santoso, ST selaku Wakil Sekjen (Wasekjen) Perhimpunan Mahasiswa Tambang Indonesia periode 2014-2016 mengapresiasi PT Freeport Indonesia dalam merespon tanggap darurat, proses penyelamatan 7 karyawan yang terjebak saat longsor pada 8 September 2025 lalu serta penghentian sementara produksi tambang.
“Dalam hal ini PT Freeport bertanggung jawab atas proses evakuasi atau penyelamatan terhadap karyawan yang terjebak longsor di tambang Freeport. Dalam dunia pertambangan terkadang ada hal – hal yang terjadi di luar prediksi manusia. seperti kejadian alam yang tidak terduga, gempa bumi, banjir, longsor batuan, dan pergerakan tanah serta cuaca extrem yang bisa berakibat efek domino,” jelasnya.
Kepada TelukPapua.com, Jumat (19/9), Deby mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian longsor di area tambang PT Freeport Indonesia.
“Pertama-tama saya sangat prihatin atas kejadian di area tambang PT Freeport Indonesia yang diakibatkan oleh force majeure berupa longsor di tambang underground. Tambang bawah tanah yang secara karakteristik proses penambangan cukup rumit,” ungkapnya.
Deby mengapresiasi langkah PT Freepot Indonesia dalam penerapan good mining practice atau pedoman serta prinsip dan prosedur.
“Saya mengapresiasi PT Freeport Indonesia dalam penerapan good mining practice atau pedoman serta prinsip dan prosedur yang memastikan kegiatan pertambangan dilakukan secara bertanggung jawab, aman, efisien dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek teknis,” katanya.
Debby mengajak semua pihak memberikan dukungan moril dan doa bagi para pekerja tambang.
“Saya mengajak semua pihak memberikan dukungan secara moril dan doa agar kejadian ini cepat teratasi dan para miners (pekerja tambang), segera ditemukan,” tutupnya. (John)

