TIMIKA, TelukPapua.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika menggelar seminar data statistik sektoral di Grand Tembaga Hotel Timika, Senin (27/10).
Seminar tersebut guna meningkatkan kapasitas dan pemahaman aparatur terhadap pentingnya data sektoral, dengan mendorong kolaborasi antar perangkat daerah dalam penyusunan data statistik sektoral, serta menyebarluaskan hasil publikasi buku Statistik Sektoral Kabupaten Mimika Tahun 2025.
Peserta seminar merupakan perwakilan Polres Mimika, Bulog, BNN, RSUD Mimika, Kantor Urusan Agama (KUA), Imigrasi Mimika dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dinas terkait serta Badan Pusat Statistik (BPS) yang juga sebagai narasumber.
Seminar dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, S.Sos., M.Tr.IP.. Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan, Frans Kambu menjelaskan banyak data statistik sektoral yang bersumber dari OPD dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan seperti :
- Bidang Pertanian yang memerlukan data suhu, kelembaban udara, dan curah hujan untuk menentukan pola tanam yang sesuai.
- Bidang Pendidikan, yang memerlukan data jumlah sekolah, murid dan guru untuk mengetahui rasio kebutuhan tenaga pendidik dan fasilitas belajar.
- Bidang kesehatan yang meliputi data fasilitas dan tenaga kesehatan, jumlah bayi lahir, ibu hamil, kasus penyakit, peserta KB, dan pasangan usia subur.
- Bidang pekerjaan umum, yang memerlukan data panjang jalan, jembatan, irigasi serta kondisi infrastruktur dasar lainnya.
- Bidang sosial yang mencakup data penyandang masalah, kesejahteraan sosial, jumlah penerima bantuan sosial, jumlah panti sosial pemerintah dan swasta, hingga data kekerasan perempuan dan anak
“Semua data ini merupakan bahan yang sangat berharga untuk menganalisis situasi sosial ekonomi daerah dan menetapkan prioritas pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Robert Kambu, selaku Kabid E Government (Pemerintahan), Diskominfo Mimika saat diwawancarai TelukPapua.com memastikan tentang pentingnya kehadiran OPD mengsinkronisasi data yang saling terkoneksi sehingga mudah dan dapat diakses.
“Kami harapkan keterlibatan semua OPD dan setelah sosialisasi BPS, OPD harus memahami Tupoksi kerjanya sehingga data yang dikumpulkan harus conect dan dapat diakses, serta dapat dilihat. Semua OPD harus terkoneksi dengan data sesuai porsi kerjanya,” ungkap Robert. (John)

