TIMIKA, TelukPapua.Com – Terhitung kurang dari 1 X 24 jam, berita yang ditayangkan media TelukPapua.com terkait permintaan keluarga dari enam warga sipil (sebelumnya keluarga menyebut dua warga sipil) yang diduga ditangkap Satgas Rajawali 4 di wilayah Mile 69, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Senin 2 Maret 2026 agar segera dibebaskan akhirnya terjawab.
Enam warga sipil yang ditangkap, dua diantaranya Wainus Kogoya, yang beralamat di SP-12, Blok 8, Utikini Baru yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus Ketua RT 7 di wilayah tersebut dan Nopenius Murib, yang merupakan pengungsi asal Puncak Jaya yang saat ini berdomisili sementara di SP-12 Utikini Baru diserahkan pihak aparat kepada keluarga di Makodim 1710 Mimika, Rabu 4 Maret 2026.
“ Kami keluarga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1710/Mimika, atas dipulangkannya enam warga kami kepada keluarga,” kata MK, mewakili pihak keluarga kepada TelukPapua.com, Rabu 4 Maret 2026.
Sebelumnya, keluarga sempat menyampaikan keberatan dan permohonan pembebasan atas enam warga sipil yang diamankan saat aparat melakukan penyisiran di lokasi pendulangan Kalikabur, Tembagapura, pada Senin, 2 Maret 2026. Namun, setelah melalui proses klarifikasi dan komunikasi, enam warga tersebut akhirnya dipulangkan dalam keadaan baik kepada keluarga.
“Sekali lagi, atas nama keluarga besar dan masyarakat SP-12 Utikini Baru, kami menyampaikan terima kasih kepada Komandan Kodim 1710/Mimika, Pak Redi Dwi Yuda Kurniawan, beserta seluruh jajaran TNI yang telah merespon dengan baik keberatan dan permohonan kami, hingga enam anggota keluarga kami bisa kembali dengan selamat,” ujar MK.
Lanjut MK, keluarga mengaku bahwa dalam situasi yang berkembang saat itu, mereka merasa cemas dan khawatir. Namun demikian, mereka menghargai langkah aparat yang telah memberikan penjelasan serta sudah memulangkan enam warga tersebut kepada pihak keluarga.
MK menambahkan, dari tokoh masyarakat dan aparat kampung Utikini Baru juga menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antara masyarakat dan aparat keamanan dapat terus dijaga dengan baik, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
“Kami berterima kasih karena keluarga kami sudah dipulangkan. Harapan kami, ke depan komunikasi tetap terjalin dengan baik antara masyarakat dan aparat keamanan demi menjaga situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Mimika,” ucap MK.(Brayen)

