TIMIKA, TelukPapua.com– Sebanyak 280 program yang diusulkan 11 Kelurahan dan 3 Kampung di Wilayah Distrik Mimika Baru telah diverifikasi dan siap dibawa ke Musrenbang Kabupaten Mimika.
Demikian disampaikan Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, S.E,.M.Si kepada wartawan disela-sela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 Kamis, 5 Maret 2026.
“Kami sudah rampungkan Musrenbang di 11 kelurahan dan 3 kampung dengan total 280 program yang merupakan aspirasi, usulan, dan saran dari masayarakat yang sudah kami verifikasi dan siap dibawa ke Musrenbang Kabupaten Mimika,” kata Joel Luhukay.
Menurut Joel Luhukay, masalah infrastruktur dan prasarana masih mendominasi usulan yang disampaikan masyarakat. Termasuk, ada beberapa kantor kelurahan dinilai belum memadai digunakan para pegawai untuk memberikan pelayanan kepada publik.
“Iya jadi ada kantor kelurahan yang kondisinya belum layak, tentu kondisi ini berdampak pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut Joel Luhukay menyebut, saluran drainase dan pendangkalan kali atau sungai juga menjadi perhatian serius karena kerap memicu genangan air dan banjir di beberapa wilayah Kota Timika.
“Kami sudah menyurati Dinas PUPR Mimika terkait pembuatan saluran drainase dan pengerukan kali yang dangkal, sebab akibat pendangkalan kali tersebut dapat menyebabkan banjir. Jadi masalah banjir ini harus kita tangani bersama lewat kolaborasi lintas dinas,” ujarnya.
Sedangkan terkait perumahan, orang nomor satu di Distrik Mimika Baru ini mengungkapkan, jika banyak warga mengeluhkan kondisi rumah mereka yang sudah tidak layak huni.
“Terkait calon penerima bantuan rumah, telah dilakukan verifikasi serta perlengkapan persyaratan. Sebab, soal rumah tidak layak huni ini sangat prinsipil. Jadi data calon penerima setelah dilakukan verifikasi akan diteruskan ke Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Mimika untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selanjutnya Musrenbang Distrik Mimika Baru juga menyoroti meningkatnya jumlah kasus malaria. Hasil pemantauan di sejumlah Puskesmas menunjukkan kasus malaria cukup tinggi.
“Karena itu kami minta Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama Puskesmas berkolaborasi guna menekan angka malaria,” paparnya.
Sedangkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Mimika, Ananias Faot mengatakan, Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat kampung hingga distrik, agar program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Penyusunan program ini harus berbasis skala prioritas dan melihat kebutuhan masyarakat, serta memperkuat sinergitas antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Sebab, keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.(Guntur F)

