TIMIKA,TelukPapua.Com– Bupati Mimika, Johanes Rettob,S.Sos.,M.M mengingatkan seluruh pimpinan dan staf di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemkab Mimika agar tidak bekerja secara sektoral atau ego sektoral, melainkan berkolaborasi dengan stakeholder lain dalam mendukung program pembangunan di Kabupaten Mimika.
“Kita jangan ego sektoral. Kita harus jadi pelayan masyarakat dan membuat program sesuai kebutuhan masyarakat, bukan keinginan kita,” demikian dikatakan Bupati Mimika, Johanes Rettob saat menyampaikan arahan strategis pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat kabupaten dengan tema ‘Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan UMKM dan Koperasi serta Mempercepat Digitalisasi Layanan Publik’ yang digelar di Kantor Bappeda Kabupaten Mimika, Senin 30 Maret 2026.
Lebih lanjut Bupati Johanes Rettob menegaskan bahwa rangkaian Musrenbang telah dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat distrik hingga kabupaten. Selanjutnya, hasil perencanaan tersebut akan dibahas di tingkat provinsi dan nasional.
“Di akhir bulan Maret ini kita sudah masuk dalam agenda luar biasa, program prioritas yang dilakukan beruntun dimulai dari Musrenbang tingkat kecamatan, kemudian hari ini tingkat kabupaten. Selanjutnya akan dibahas di tingkat provinsi dan nasional,” ujar Bupati JR di Ballroom Kantor Bappeda Mimika, Senin 30 Maret 2026.
Bupati Johanes menjelaskan, tema pembangunan tahun 2027 menitikberatkan pada akselerasi ekonomi berbasis kearifan lokal, pemberdayaan UMKM dan koperasi, serta percepatan digitalisasi layanan publik.
Menurutnya, Kabupaten Mimika yang kaya akan sumber daya alam dan keberagaman budaya harus mampu memanfaatkan potensi tersebut dalam perencanaan pembangunan ke depan.
“Kita harapkan Mimika dengan kekayaan alam dan budaya yang ada dapat menitikberatkan pembangunan pada unsur kearifan lokal agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan dan dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Bupati JR juga menekankan bahwa tujuan utama pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dapat dicapai apabila masyarakat dalam kondisi sehat, cerdas, aman, dan damai.
“Tujuan kita satu, bagaimana masyarakat Mimika sejahtera. Untuk itu masyarakat harus pintar, sehat, aman dan damai agar bisa menjalankan aktivitas ekonomi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 terjadi peningkatan sekitar 30 persen unit usaha kecil di Mimika. Saat ini tercatat sekitar 8.500 UMKM, namun baru sebagian yang telah berbasis digital.
“Kita bersyukur UMKM Mimika sudah mulai masuk platform digital seperti Tokopedia dan Shopee. Bahkan produk lokal seperti noken sudah sampai ke Belanda dan Amerika, serta buah merah tiba juga di negara Chile,” ungkapnya.
Bupati JR mengingatkan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bekerja secara sektoral, melainkan berkolaborasi dalam mendukung program pembangunan, khususnya dalam pendampingan UMKM.
“Kita jangan ego sektoral. Kita harus jadi pelayan masyarakat dan membuat program sesuai kebutuhan masyarakat, bukan keinginan kita,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan ketersediaan sumber daya manusia. Ia mencontohkan masih adanya fasilitas kesehatan dan sekolah yang baik, namun kekurangan tenaga.
“Jangan bangun infrastruktur bagus tapi petugas tidak ada. Sekolah bagus tapi guru tidak ada, ini harus menjadi perhatian kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mendorong peran perbankan dan BUMD dalam memberikan akses permodalan bagi UMKM, serta pentingnya pendampingan berkelanjutan agar usaha masyarakat dapat berkembang.
Ia juga menekankan pentingnya data sebagai dasar perencanaan pembangunan di tingkat kampung dan distrik.
“Kita tidak bisa bangun tanpa data. Kepala distrik harus memastikan potensi kampung terdata dengan baik sebagai dasar pembangunan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati JR mengajak seluruh pihak, termasuk DPRK, pemerintah provinsi, hingga pihak swasta seperti Freeport dan YPMK, untuk berkolaborasi dalam menyukseskan program pembangunan.
“Saya berharap forum Musrenbang ini menghasilkan aspirasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi adalah kunci agar semua program bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.(Brayen)

