TIMIKA,TelukPapua.Com – Bupati Mimika, Johanes Rettob,S.Sos.M.M., menanggapi aksi unjuk rasa yang terjadi setelah pelaksanaan rolling jabatan ASN pada 11 Maret 2026 lalu. Bupati JR menilai aksi tersebut diduga memiliki tujuan yang tidak baik dan cenderung mengarah pada upaya adu domba atau memecah hubungan harmonis antara dirinya dan Wakil Bupati Mimika.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johanes Rettob saat memimpin apel gabungan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, Senin 30 Maret 2026.
Bupati JR menegaskan, keputusan terkait rolling jabatan merupakan kesepakatan bersama dengan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong sehingga tidak benar, jika ada pihak tertentu yang mencoba menggiring opini sebaliknya.
“Ada kemarin unjuk-unjuk rasa yang dilakukan itu niatnya kurang bagus, itu niatnya untuk memecah belah saya dengan Pak Wakil Bupati, seakan-akan saya katakan semua keputusan itu saya dan Pak Wakil Bupati tidak tahu apa-apa. Ini pemain-pemain lama yang biasa kasih-kasih apa itu ke Bupati sama Wakil itu mulai bermain,” ujar Bupati.
Kata Bupati JR, dirinya yakin bahwa ada pihak tertentu yang berperan di balik munculnya isu tersebut, meskipun berharap hal itu tidak berasal dari internal ASN.
“Saya yakin sekali pasti ada dan mungkin ada di antara kamu, mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan orang di luar kalian. Tapi saya curiga ada beberapa pemain lama. Saya sudah dapat, ingat hati-hati ya, pemain-pemain lama biasa mulai muncul kembali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menggunakan analogi untuk menggambarkan situasi tersebut, dengan menyebut adanya pihak yang belum bisa menerima kondisi saat ini.
“Mungkin saja belum move on ya, kalau katakan anak muda belum move on, kalau orang pacaran putus cinta itu kan kalau belum move on itu kan belum bisa, saya pikir begitu sekali lagi,” ungkapnya.
Bupati mengimbau seluruh ASN untuk tetap fokus pada tugas dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang pasca rolling jabatan. Ia menegaskan bahwa proses yang dilakukan pada 11 Maret 2026 telah berjalan sesuai mekanisme dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan situasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika tetap kondusif serta terhindar dari upaya-upaya yang dapat memicu perpecahan antara pimpinan daerah maupun di kalangan ASN.(Brayen)

