TIMIKA,TelukPapua.Com – Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Timika, Sigit Sujatmoko menghimbau kepada masyarakat yang menggunakan jasa Kapal PELNI agar melakukan reservasi atau pembelian tiket kapal melalui kanal resmi. Selain itu, Sigit Sujatmoko juga menyoroti fasilitas pendukung di Pelabuhan Poumako.
“PT PELNI tidak melakukan penjualan tiket melalui media sosial tetapi melewati situs resmi atau jalur media yang sah yang diakui untuk memberikan informasi pelayanan,” kata Kepala Cabang PT PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, Senin 30 Maret 2026.
Kata dia, masyarakat Mimika sebaiknya dapat membeli tiket di situs resmi PT Pelayaran Nasional Indonesia. Karena, jika membeli tiket diluar kanal resmi, maka bisa saja mengalami modus penipuan dari pihak tertentu yang mengatasnamakan pihak PELNI, dan hal tersebut tidak dapat dipertangung jawabkan.
“PELNI tidak menjual tiket kapal melalui medial social, whatsapp, instagram maupun facebook, tetapi tiket hanya dijual di kanal resmi yakni PELNI MOBILE,” jelas Sigit.
Sigit juga menyoroti fasilitas di Pelabuhan Poumako yang belum memadai saat kegiatan Musyarawarah Pembagunan (MUSREMBANG) RKPD 2027 yang digelar pada 30 Maret 2026.
Lebih lanjut kata Sigit, pihaknya berharap melalui MUSREMBANG tingkat kabupaten tersebut sebagai bagian dari perencanaan pembangunan yang efektif dan menjadi fokus utama Pemkab Mimika terhadap pengembangan Pelabuhan Poumako. Pasalnya setiap sebelum hari raya Idul Fitri, Natal danTahun Baru, pelabuhan tersebut menjadi jalur mudik utama selain Bandara Mozes Kilangin Timika.
“Ini kan Musrembang RKPD 2027 tingkat kabupaten, kami operator PELNI mengharapkan Pemerintah Daerah lebih konsen terhadap terminal pelabuhan Poumako,” tuturnya.
Kata Sigit, sesuai data yang diperoleh, Pelabuhan Pomako merupakan aset Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, tetapi lahan Pelabuhan Pomako milik pihak swata.
“Dimana pelabuhan atau dermaga Poumako milik dari Kementerian Perhubungan tetapi lahan pelabuhan yang saya ketahui informasi melalui google itu bahwa lahan itu milik PT. PLA,” jelasnya.
Sigit menambahkan, meskipun lahanya bukan milik pemerintah, tetapi diharapkan agar Pemkab Mimika dapat bekerja sama dengan pihak swasta tersebut guna meningkatkan konstruktif pelayanan terhadap masyarakat Mimika.
“Mohon kepada Pemda Mimika dapat bersinergi dengan PT. PLA yang memiliki lahan tersebut demi pelayanan terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Terhadap pelayanan masyarkat, Sigit mengharapkan bantuan terlebih dari kedua pihak terkait, dikarenakan akses utama pemasokan sandang, pangan, papan dan termasuk juga alat-alat elektronik dikirim dari tempat lain ke Kota Timika melalui Pelabuhan Poumako.
“PELNI sebagai operator sangat memohon dukungan, khususnya dukungan dari Pemda Mimika dan PT.PLA untuk dapat bekerja sama melayani masyarakat Timika dikarenakan pelabuhan Poumako juga satu-satunya sumber,satu-satunya aset masuknya distribusi sembako baik itu kebutuhan primer atau sekunder dari pelabuhan Poumako sekitar 80% untuk ke Timika,”tambahnya.
Sigit juga menambahkan, pelabuhan Poumako juga memiliki peran sangat penting dan peran utama terkait pendistribusian kebutuhan ekonomi sehingga pembangunan dapat terlakasana demi mewujudkan kesejateraan masyarakat.
Ia juga berharap kepada pihak terkait untuk dapat melihat kendala yang dialami masyarakat ketika berada di dermaga Pelabuhan Poumako karena hingga saat ini tidak ada toilet di area Pelabuhan Pomako.
“Kalau dibilang sangat vital fungsi dari pelabuhan Poumako. Jangan hanya perhatikan barang-barang bawaan penumpang, tetapi juga para penumpangnya karena kalau mau buang air besar atau kecil susah sekali karena tidak ada toilet,” ujarnya.(Brayen)

