TIMIKA, TelukPapua.com — Warga Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah hingga saat ini belum menikmati layanan air bersih secara optimal. Teryata tak hanya air bersih yang dikeluhkan warga Atuka, namun pasokan listrik juga menjadi kendala warga di wilayah tersebut, terutama pada malam hari.
Keluhan warga Kampung Atuka ini disampaikan kepada pimpinan dan anggota Komisi III DPRK Mimika saat melakukan kunjungan kerja di Atuka, pada Kamis 9 April 2026.
Kunjungan Kerja Komisi III DPRK Mimika yang membidangi Sosial, Budaya, dan Kesejahteraan ini sesuai fungsi pengawasan terhadap dinas ketenagakerjaan, kesehatan, pendidikan, sosial, kebudayaan, serta pemberdayaan perempuan. Selain itu, Komisi III juga bertugas melakukan pengawasan, hearing, dan kunjungan kerja ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemkab Mimika.
Menurut Rampeani, kepada Anggota Komisi III DPRK Mimika, warga menyampaikan keluhan terkait layanan air bersih, yang menyebutkan bahwa jaringan pipa air PAM telah dipasang, namun hingga kini belum berfungsi optimal. Kondisi ini membuat masyarakat kecewa karena kebutuhan air sehari-hari belum terpenuhi.
“Air PAM sudah ada, tetapi belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Akibatnya, banyak warga masih mengandalkan air hujan yang disaring untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap salah satu warga.
Keluhan serupa juga disampaikan para guru kepada Anggota Komisi III DPRK Mimika. Para guru menilai kondisi ini sangat memprihatinkan karena berdampak langsung pada kesehatan dan aktivitas belajar mengajar.
Menurut warga di Kampung Atuka lampu hanya menyala sekitar delapan jam pada malam hari, sedangkan pada siang hari lampu mati.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Anggota Komisi III DPRK Mimika, Hj.Rampeani Rachman, S.Pd menyatakan keprihatinannya dan meminta pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret.
“Komisi III DPRK Mimika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika untuk serius dalam merespon keluhan warga Atuka terkait layanan air bersih dan listrik,” ujar Hj. Rampeani Rachman kepada wartawan TelukPapua.com, Jumat 10 April 2026. .
Kata Rampeani, tujuan utama dalam kunjungan tersebut yakni para anggota parlemen Mimika ini ingin melihat dan mengetahui secara langsung kondisi nyata yang dialami warga.
“Kami melihat dan mengetahui langsung berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari krisis air bersih hingga keterbatasan listrik,” tegasnya.
Ia berharap perhatian serius dan percepatan penanganan dari Pemkab Mimika, baik untuk penyediaan air bersih yang layak maupun peningkatan layanan listrik, agar masyarakat di wilayah pesisir dapat merasakan pelayanan yang adil dan merata.
“Pemerintah harus melihat langsung kondisi kampung-kampung di wilayah pesisir seperti Atuka. Ini kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera dipenuhi. Jangan sampai masyarakat terus hidup dalam keterbatasan. Mereka juga berhak mendapatkan layanan dasar yang layak,” pungkasnya.(G.Fakaubun)

