TIMIKA, TelukPapua.com — Kepala Distrik Mimika Timur, Raymond Tanser, S.Sos., memimpin rapat perdana bersama jajaran pegawai Distrik Mimika Timur, Senin 13 April 2026. Ia menegaskan pentingnya disiplin kehadiran, penataan administrasi kepegawaian, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Raymond menekankan bahwa kehadiran pegawai menjadi dasar utama dalam penilaian kinerja. Pegawai yang disiplin dan aktif bekerja akan memperoleh haknya secara penuh, termasuk pembayaran gaji. Sebaliknya, pegawai yang tidak menunjukkan kedisiplinan akan dievaluasi secara bertahap.
“Kalau kehadiran baik, hak pegawai dibayarkan penuh. Tapi bagi yang jarang masuk, tentu akan menjadi bahan evaluasi,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya kendala yang dihadapi sejumlah pegawai, terutama yang berdomisili di kota, namun bertugas di Distrik Mimika Timur. Keterbatasan sarana transportasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kehadiran.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak distrik berencana berkoordinasi dengan bagian aset guna menyediakan kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat, guna menunjang mobilitas pegawai dan meningkatkan efektivitas pelayanan.
Di sisi lain, Raymond menegaskan bahwa seluruh proses kepegawaian, termasuk kenaikan pangkat, harus mengikuti prosedur yang berlaku. Ia memastikan bahwa pengurusan administrasi akan difasilitasi melalui bagian kepegawaian di tingkat distrik, sehingga pegawai tidak perlu lagi mengurus langsung ke instansi di atas.
Selain itu, sistem penilaian melalui Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) juga akan diperketat. Pegawai yang melanggar disiplin akan diberikan teguran berjenjang, mulai dari surat peringatan pertama hingga ketiga, sebagai bentuk pembinaan.
“Kami ingin semua pegawai memahami aturan kepegawaian. Bagi yang ingin naik pangkat, prosesnya akan kami bantu dan atur melalui kepegawaian distrik agar lebih efektif,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, ia juga mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat kerja sama dan komitmen dalam membangun Distrik Mimika Timur yang dinilai masih tertinggal dibanding wilayah lain.
“Saya berharap kita bisa bekerja sama dan saling mendukung untuk membangun Mimika Timur agar lebih maju. Wilayah ini masih membutuhkan perhatian serius, baik dari pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya.
Distrik Mimika Timur sendiri mencakup lima kampung dan satu kelurahan yang membutuhkan peningkatan fasilitas kerja serta pelayanan publik.
Rapat perdana ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.(G.Fakaubun)

