TIMIKA, TelukPapua.com – Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Yosep Temorubun, S.H., angkat bicara menanggapi pernyataan miring dari oknum tertentu yang belakangan menjadi isu liar di tengah publik. Isu tersebut menyudutkan jalannya pemerintahan dengan menuding Bupati Mimika lebih sering berada di luar daerah ketimbang di dalam kabupaten.
Yosep menegaskan bahwa tudingan tersebut sangat sesat dan sama sekali tidak berdasar. Menurutnya, perjalanan dinas Bupati ke luar daerah merupakan agenda penting yang membawa dampak positif serta kemajuan signifikan bagi pembangunan daerah.
“Dalam era demokrasi, mengkritik jalannya pemerintahan adalah hal yang wajar. Namun, kritik seharusnya disertai dengan data yang riil di masyarakat, bukan sekadar asumsi yang lahir karena adanya dendam politik,” ujar Yosep kepada TelukPapua.com, Jumat 24 Juli 2026.
Ia membeberkan fakta konkret bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Emanuel Kemong, Pemerintah Kabupaten Mimika justru menorehkan prestasi gemilang.
Pada Juni 2026 lalu, Pemda Mimika berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas keberhasilan masuk dalam kategori Creative Financing serta penghargaan penanggulangan kemiskinan se-Tanah Papua.
Prestasi tersebut, lanjut Yosep, menjadi bukti nyata adanya peningkatan pelayanan publik dalam membenahi birokrasi Mimika yang selama ini carut-marut. Selain itu, program pemerintah sukses mendongkrak ekonomi usaha kecil dan menengah (UKM), yang berimplikasi langsung pada meningkatnya pendapatan masyarakat.
“Penanggulangan kemiskinan menjadi konsentrasi penuh dari pemerintahan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong di Kabupaten Mimika. Saat ini, publik bisa menilai sendiri secara objektif jalannya pemerintahan yang sudah sesuai dengan visi dan misi mereka,” tambahnya.
Yosep juga menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja menggiring opini menyesatkan untuk membodohi publik. Ia mengingatkan bahwa mengubah wajah birokrasi yang sudah lama carut-marut bukanlah perkara gampang dan membutuhkan proses yang matang. Salah satu bukti nyata pembenahan tersebut adalah pengembalian jabatan ASN yang sebelumnya tidak memenuhi syarat ke posisi semula demi menegakkan aturan.
“Kritik silakan, akan tetapi harus punya data riil. Bukanlah narasi dan dendam politik yang hanya menjadi isapan jempol. Peningkatakan usaha kecil dan menengah yang begitu masif dilakukan saat ini adalah bukti nyata kerja keras pemerintahan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong,” pungkasnya.(red)

