Timika, TelukPapua.com – Masyarakat dan pihak Distrik Mimika Barat Tengah melakukan pemasangan sasi adat terhadap longboat bermuatan 9 ton BBM jenis solar yang diisi dalam 270 jerigen di Pelabuhan Distrik Mimika Barat Tengah, Rabu 20 Agutus 2025.
Fransisco, salah satu pegawai Distrik Mimika Barat Tengah kepada TelukPapua.com melalui sambungan telepon, Rabu 20 Agustus 2025, menjelaskan pihaknya telah melakukan pemasangan sasi adat sambil menunggu pemilik BBM menunjukan legalitas barang tersebut.
“Kalau ada legalitas silahkan ambil barangnya. Jika tidak ada legalitas, perahu dan muatan ini kami akan tahan sampai pengusaha ini harus kirim kapal LCT ke kampung Wumuka untuk muat exavator dan barang barang dari distrik kembali ke Timika,”ujarnya.
Fransisco menjelaskan, pihaknya telah ditelepon oleh seseorang yang disinyalir sebagai pemilik BBM tersebut.
“Ada orang telepon ke kami untuk lepaskan BBM jenis solar tersebut,” katanya.
Padahal kata Fransisco, satu minggu lalu sudah ada pertemuan antara kepala distrik, Kapolsek dan perwakilan dari Babinsa di kampung Wumuka, terkait dengan tambang illegal yang 1 minggu lalu sempat viral di media.
Jadi pada saat itu juga setelah selesai pertemuan kepala kampung bersama ketua Bamuskam kampung Wumuka telah memberikan pernyataan di media bahwa masyarakat Wumuka dan pemerintah kampung Wumuka menolak adanya penambangan emas di wilayah ini,” katanya.
Menurut Fransisco, kesepatan tersebut dilakukan agar tidak lagi terjadi persoalan seperti bulan Agustus 2024 lalu di Wakia yaitu pembakaran kampung Wakia.
“Imbasnya sampai sekarang masyarakat kampung wakia masih menderita, terlantar, kampungnya belum ada apa-apa, masih hidup di pinggiran-pinggiran kali kampung Wumuka,” jelasnya.
Sementara itu, Zakarias selaku driver loangboat mengaku, hari Sabtu pagi 16 Agutus 2025, dirinya dihubungi oleh Ardi selaku orang kepercayaan dari pemilik BBM.
Kata Zakarias, dia diperintahkan oleh Ardi dan dibantu oleh Arif untuk membawa loangboat yang disewa dari Juang sebagai pemilik perahu dari Pelabuhan Pomako menuju Wumuka.
“Saya dihubungi untuk bawa loangboat, karena kan saya driver. saya turun BBM jenis solar sudah ada di longboat,” kata Zakarias saat diwawancarai TelukPapua.com Rabu Sore.
Lanjut Zakarias, dirinya menuju Wumuka menyusuri sungai, namun pada hari selasa saat singgah di Pelabuhan Distrik Mimika Barat Tengah langsung ditahan masyarakat dan pihak Distrik,” jelasnya.
Zakarias mengaku telah menelpon Ardi dan pemilik BBM berinisial IL terkait masalah ini.
“Tapi belum ada respon untuk turun ke Distrik Mimika Barat Tengah untuk selesaikan kasus ini. Dia kayanya tidak ada gerakan ke sini untuk bertanggung jawab terhadap masalah ini,” ujarnya.
Sedangkan pemilik BBM, IL saat dihubungi TelukPapua.com, Rabu 20 Agustus 2025 sore belum memberikan keterangan. (redaksi)

