TIMIKA, TelukPapua.com – Sejumlah pimpinan organisasi Pemuda dan YLBH Papua Tengah di Kabupaten Mimika bersama Telkomsel dan Telkom Timika membahas nilai kompensasi yang diberikan Telkomsel dan Telkom kepada konsumen di wilayah Mimika, akibat kerugian yang dialami ribuan pengguna kartu Telkomsel dan indihome di Mimika
Pertemuan yang berlangsung di ruang meeting lantai 2 Kantor Telkomsel di Jalan Hasanudin Timika, Jumat 22 Agustus 2025 berlangsung alot. Pihak Telkomsel diwakili Yasri Naldi, selaku PIC Telkomsel Maluku-Papua, Jangkir Simbiak, selaku Pimpinan PT Telkom Timika dan sejumlah petinggi Telkomsel lainnya.
Sedangkan dari gabungan pimpinan Pemuda Mimika yang diprakarsai Yosep Temorubun, S.H selaku perwakilan Peradi Cabang Timika juga dihadiri Wakil Ketua Umum Aliansi Pemuda Kei Mimika (APKM), Hieronimus Leisubun, Jubir YLBH Papua Tengah Agli Harto Elkel, S.H, Sekjen Komunitas Pemuda Kei Hendrik Kirwelak, Ketua PMII Abdul Rahman Bugis, GMKI Erwin Sirken, PMKRI Jhon Fautngil, Ketua Aliansi Pemuda Amungme Helokios Kemong dan Ketua Himpunan Pemuda dan Pelajar Kei Provinsi Papua Soleman Ur, jurnalis dari TelukPapua.com dan Nemangkawi.com serta puluhan aparat keamanan.
Perwakilan para Pemuda Mimika mendesak Telkomsel dan Telkom segera memberikan kompensasi kepada seluruh konsumen di Timika. Selanjutnya, Telkomsel memasang starling 8 titik, dan memberikan kepastian waktu jaringan kembali normal.
Namun, pertemuan yang dimulai pukul 17.30 WIT tersebut sempat diskor karena kedua belah pihak belum ada titik temu terkait sejumlah poin tuntutan yang diajukan.
arah pimpinan Telkomsel selanjutnya melakukan koordinasi secara internal ke Telkomsel Pusat.
Setelah skor, pertemuan kembali dilanjutkan pada pukul 19.20 WIT. Pimpinan Telkomsel menjelaskan, pihaknya segera memasang 8 titik starling, memberikan kompensasi berupa data dan pulsa kepada konsumen pada awal September hingga Oktober 2025 mendatang serta free 1000 SMS, Sisa Paket Data atau kuota yang tidak habis selama gangguan SKKL akan di ganti sesuai jumlah sisa paket. pengembalian akan dilakukan pada saat jaringan SKKL kembali normal dan potongan tagihan prorata bagi pelanggan indihome sesuai dengan durasi penurunan kualitas layanan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Sedangkan tuntutan lainnya yang belum diakomodir yakni telpon gratis dengan durasi waktu tertentu. Telepon gratis ini juga termasuk salah satu kompensasi untuk konsumen, karena telah dirugikan pihak Telkomsel.
Lebih lanjut pimpinan Telkomsel dan Telkom Timika menjelaskan penyebab gangguan jaringan di Timika dan beberapa wilayah lainnya, sejak 16 Agustus 2025 akibat terputusnya kabel optik di dua titik di jalur laut Sorong-Merauke.Selain itu, kabel optik jalur darat antara Nabire-Timika juga terputus akibat longsor. Pihak Telkomsel memastikan, awal September 2025 jaringan akan kembali normal. (redaksi)
