Timika, TelukPapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Ketahanan Pangan, melakukan kegiatan gerakan pangan murah (pasar murah), dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, harga pangan dan menekan laju inflasi di Timika.
Kegiatan pasar murah ini dilakukan di halaman Kantor Kelurahan Kamoro Jaya, di jalur 3. Jalan Sam Ratulangi Timika, Jumat 12 September 2025.
Pembukaan pasar murah oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Abaraham Kateyau.
Abraham mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program Nasional yang dilaksanakan Pemkab Mimika melalui dinas terkait.
Pantauan TelukPapua.com, gerakan pangan murah ini menyediakan, beras, gula pasir, minyak goreng, terigu, telur ayam, susu kaleng, blue band sachet, sirup cocopandan, kopi senang, teh kotak, teh pucuk, bawang, kentang, wortel, cabe tomat dan ayam lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Koga, S.Sos. M.Si kepada wartawan TelukPapua.com menjelaskan, Kegiatan ini merupakan program Nasional yang dilakukan sepanjang tahun.
“Kegiatan ini adalah program Nasional yang laksanakan Pemerintah Kabupetan Mimika melalui Dinas Ketahanan Pangan. Kegiatan ini akan dilakukan dua kali sebulan. Kami juga mengisi iven-iven dari dinas lain kalau ada permintaan, termasuk pameran. Selain itu, pasar murah juga lakukan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru serta Lebaran. Jadi bisa sampe 6 kali dalam sebulan di luar dari jadwal yang ada,” ungkapnya.
Lanjut Yulius, capaian dan komitmen dinas untuk terus menekan laju inflasi di Timika.
“Jadi melalui pasar murah ini, kami berhasil menurunkan inflasi pada bulan Agustus 2025 sebesar 3,8 persen. Sedangkan untuk bulan September ini, kami berhasil menurunkan inflasi jadi 2,8 persen. Kami akan terus menekan laju inflasi sampai di angka 1 persen,” jelasnya.
Yulius berharap melalui gerakan pangan murah ini dapat memenuhi kebutuhan warga dengan standar ekonomi rendah sesuai yang dibutuhkan.
“Harapan kami yaitu melalui gerakan pangan ini bisa memenuhi kebutuhan warga. Warga datang beli sesuai kebutuhan, jangan kembali jual lagi. Jadi untuk setiap keluarga, yang kami sosialisasikan yakni satu hari tanpa beras artinya hanya satu hari itu cukup untuk ibu-ibu bisa masak makanan lokal supaya tidak terlalu boros,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar saat diwawancarai TelukPapua.com, menyambut baik kegiatan gerakan pangan murah yang dilakukan di Kelurahan Inauga.
“Kami sambut baik gerakan pangan murah yang telah dilaksanakan, antusias masyarakat yang datang cukup tinggi. Warga berbondong-bondong datang ke sini. Jadi warga yang datang ini, bukan hanya dari Inauga tetapi masyarakat dari luar Inauga juga. Kami berharap, pasar murah ini rutin dilakukan,” ungkapnya. (John)
