TIMIKA, TelukPapua.com – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Yohanes Felix Helyanan, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya warga pesisir dan daerah terpencil di Kabupaten Mimika.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi kebutuhan utama, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, transportasi laut, transportasi udara, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan.
Yohanes Felix Helyanan menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Menurutnya, Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan anggaran yang besar untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Provinsi Papua Tengah terus memberikan perhatian serius terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. Namun kami juga berharap pemerintah kabupaten dapat memperkuat dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat di daerah,” ujarnya.
Selain itu, persoalan transportasi menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan warga. Masyarakat mengharapkan adanya kemudahan akses transportasi laut dan udara yang mampu menghubungkan daerah-daerah pesisir dengan Kota Timika.
Menanggapi hal tersebut, Yohanes memastikan akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah dan juga kepada Gubernur Papua Tengah agar menjadi perhatian bersama.
“Kami menerima banyak masukan terkait kebutuhan kapal transportasi yang dapat melayani masyarakat pesisir. Aspirasi ini akan kami teruskan kepada pemerintah provinsi untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Di sektor transportasi darat, masyarakat juga mengeluhkan minimnya layanan angkutan bagi para pelajar yang setiap hari harus melakukan perjalanan menuju Timika. Menurutnya, persoalan seperti ini merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Tidak hanya itu, warga juga mengusulkan pembangunan fasilitas pelelangan ikan dan penguatan sektor perikanan sebagai salah satu sumber ekonomi utama masyarakat pesisir. Dengan adanya fasilitas tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai jual yang lebih baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Yohanes juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan peluncuran ekspor ikan langsung dari Mimika ke luar negeri melalui jalur laut. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru dan memberikan dampak positif bagi para nelayan lokal.
“Jika ekspor ikan ini berjalan baik, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha perikanan di Mimika,” jelasnya.
Selain sektor perikanan, aspirasi masyarakat juga menyoroti potensi pertanian, khususnya budidaya cabai yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurut Yohanes, harga cabai yang kerap mencapai lebih dari Rp100 ribu per kilogram menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki prospek yang sangat menjanjikan.
Ia mendorong Dinas Pertanian agar lebih aktif melakukan pendampingan, penyuluhan, dan pengembangan lahan produktif sehingga masyarakat dapat memanfaatkan peluang ekonomi tersebut secara maksimal.
“Cabai adalah kebutuhan pokok masyarakat setiap hari. Potensinya sangat besar dan bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik. Pemerintah harus hadir untuk mendorong pengembangannya,” tegasnya.
Menutup kegiatan reses, Yohanes Felix Helyanan menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang telah disampaikan akan menjadi bahan perjuangan dan pembahasan bersama pemerintah terkait. Ia berharap pembangunan ke depan lebih berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat dan mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi warga.
“Politik adalah bagian dari dinamika demokrasi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(G.Fakaubun)

