• Advertise
  • Redaksi
  • Contact Us
Teluk Papua
  • BERANDA
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Teluk Papua
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Direktur YLBH Papua Tengah: Hutan Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Tanah Adat yang Harus Dijaga dan Dilestarikan

admin_telukpapua by admin_telukpapua
4 months ago
in BERITA UTAMA, NASIONAL, PAPUA
HUT Ke-80 TNI Harus Jadi Tonggak Reformasi di Institusi Tentara Nasional Indonesia

Direktur YLBH Papua Tengah Yosep Temorubun. Foto: Itto/TelukPapua.com

0
SHARES
208
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TIMIKA, TelukPapua.Com– YLBH Papua Tengah mengecam keras rencana Pemerintah Pusat untuk membuka lahan kelapa sawit di Tanah Papua. Sebab, kebijakan Pemerintah Pusat tersebut dinilai dapat melukai hati masyarakat adat di seluruh Tanah Papua. Apalagi, langkah Pemerintah Pusat itu, diduga ada konspirasi terselubung dengan perusahaan  korporasi. Perusahaan korporasi merujuk kepada perusahaan yang memiliki skala besar dan beroperasi dalam berbagai sektor ekonomi.

Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, S.H kepada TelukPapua.Com di Timika, Kamis 18 Desember 2025 menegaskan, membuka lahan kelapa sawit di Tanah Papua sama saja merusak paru-paru dunia,  karena dapat menimbulkan pemanasan global, dan berimplikasi terhadap kerusakan alam Papua.

“Jika rencana pemerintah pusat tersebut terealisasi, maka ke depan bisa terjadi banjir bandang dan longsor di Papua, seperti yang terjadi di Sumatra Utara, Aceh dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu,” papar Yosep.

Yosep mengingatkan Pemerintah Pusat bahwa Papua bukan tanah kosong, tetapi ada masyarakat adat selaku pemilik hak ulayat. Karena itu, Pemerintah Pusat jangan menjadikan Tanah Papua guna memuluskan kepentingan sejumlah elit berdasi di Jakarta.

“Kami minta semua rakyat Papua melawan sikap arogan Pemerintah Pusat yang bekerja sama dengan korporasi untuk membuka lahan kelapa sawit dan merusak alam Papua,” tegas Yosep.

Kata Yosep, Rakyat Papua tidak membutuhkan kelapa sawit tetapi mereka lebih membutuhkan kesejahtraan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur untuk membangun tanah Papua.

“Membuka lahan kelapa sawit dapat merusak ekosistem dan berdampak terhadap kerusakan alam serta menimbulkan penderitaan bagi rakyat Papua. Ingat bahwa Papua bukan tanah kosong, tetapi ada masyarakat adat selaku pemilik hak ulayat,” jelasnya.

Yosep menambahkan, jika pemerintah pusat memaksakan program kelapa sawit dilakukan di Papua, maka diperkirakan akan terjadi aksi penolakan besar-besaran di seluruh tanah Papua.(red)

Tags: Pemerintah Republik Indonesia
Previous Post

Intelektual Muda Papua Barat Daya Minta Seluruh Kepala Daerah se-Tanah Papua Menolak Program Kelapa Sawit

Next Post

Christmas Flight & Boat Layani Ribuan Karyawan dan Keluarga PTFI Mudik ke Pedalaman Papua Hingga 23 Desember 2025

admin_telukpapua

admin_telukpapua

Next Post
Christmas Flight & Boat Layani Ribuan Karyawan dan Keluarga PTFI Mudik ke Pedalaman Papua Hingga 23 Desember 2025

Christmas Flight & Boat Layani Ribuan Karyawan dan Keluarga PTFI Mudik ke Pedalaman Papua Hingga 23 Desember 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teluk Papua

© 2025 Teluk Papua

Redaksi

  • Advertise
  • Redaksi
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • TelukPapua.com
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL

© 2025 Teluk Papua