TIMIKA, TelukPapua.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika bersama empat distrik yakni Distrik Mimika Tengah, Distrik Mimika Barat, Distrik Hoya dan Distrik Kuala Kencana digelar di ruang rapat serbaguna DPR Kabupaten Mimika, Senin (15/9).
Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan penting yang dialami empat distrik ini.
Berbagai persoalan tersebut mulai dari pelayanan kepada masyarakat, kantor distrik berserta fasilitas pendukung hingga biaya transportasi yang mahal.

Herman Gafur, Ketua Komisi III DPRK Mimika saat diwawancarai, mengemukakan sejumlah persoalan yang disampaikan dalam rapat tersebut diantaranya,
- Persoalan Kantor Distrik Hoya yang tidak ada Infrastruktur menyebabkan 45 pegawai yang bekerja di distrik ini memilih menetap di Timika, selain itu biaya transportasi yang mahal. Sedangkan sektor pendidikan yakni gedung sekolah yang hanya 4 kelas serta pelayanan kesehatan yang harus dimaksimalkan lagi.
- Persoalan di Distrik Kuala Kencana yakni belum clear proses pembangunan Kantor Distrik terkait pendelegasian kewenangan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Selain itu aspirasi pembangunan kantor karang senang yang diduga diklaim oleh oknum-oknum tertentu, serta keluhan layanan masyarakat terkait pembangunan Pustu, Puskesmas di Kampung Utikini 1, 2 dan 3.
- Untuk Distrik Mimika Barat dan Mimika Tengah melaporkan tentang adanya program pengadaan air bersih di tahun 2024 yang belum dirasakan manfaatnya oleh warga. Selain itu, harus ada transportasi publik bagi warga pesisir.
Kata Gafur, DPRK Mimika akan mendorong Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan untuk menyediakan transportasi dengan dengan pendekatan subsidi.
Lebih lanjut Gafur menegaskan sejumlah persoalan diatas akan ditindaklanjuti serta berkoordinasi dengan Pemeritah Daerah melalui dinas terkait.
“Kami secepatnya akan menyampaikan kepada pemerintah daerah, sehingga apa yang disampaikan segera untuk eksekusi,” ungkapnya. (John)

