LANGGUR, TelukPapua.com- Masyarakat di wilayah kepulauan terpencil Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Kei Besar, segera menikmati layanan kesehatan gratis melalui kehadiran Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II.
Yayasan kemanusiaan Dokter Share berencana menghadirkan kapal rumah sakit tersebut pada Agustus atau September 2026 sebagai bentuk pelayanan medis bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Rencana besar ini muncul setelah komunikasi awal antara pihak Dokter Share dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara. Dalam pesan resminya, pihak Dokter Share menyampaikan komitmen mereka untuk datang melayani masyarakat Kei Besar apabila seluruh persiapan berjalan lancar.
Kehadiran rumah sakit kapal ini menjadi harapan baru bagi masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan layanan kesehatan akibat jarak, transportasi, dan minimnya fasilitas medis.
Dokter Share sendiri dikenal sebagai organisasi kemanusiaan yang fokus memberikan pelayanan kesehatan berkelanjutan di berbagai wilayah terpencil Indonesia. Melalui program unggulannya, Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya, ribuan warga di daerah kepulauan telah merasakan pelayanan medis gratis dan berkualitas.
Dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari pengenalan program rumah sakit kapal, pelayanan medis di wilayah sulit dijangkau, hingga sinergi bersama pemerintah daerah demi kelancaran operasi pelayanan kesehatan.
Tak hanya itu, tim Dokter Share juga dijadwalkan melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), RSUD Karel Sadsuitubun, serta melakukan survei lapangan ke wilayah Kei Besar guna memetakan kebutuhan dan kesiapan teknis pelayanan kesehatan.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, masyarakat Kei Besar nantinya dapat memperoleh pelayanan kesehatan langsung dari tenaga medis profesional tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan kesehatan di kota.
Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam pemerataan akses kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masyarakat kepulauan yang selama ini terkendala jarak dan keterbatasan fasilitas kesehatan.(red)

