TIMIKA, TelukPapua.com – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, menggelar sosialisasi tentang bahaya psikotropika bagi anak dan remaja gereja dan masjid di Timika, pada 25 – 26 September 2025.
Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Gereja Diaspora Timika ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika.
Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Mimika, Richard Nelson Wakum, S.E, M.H., saat diwawancari TelukPapua.com, Jumat 26 September 2025, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 174 anak dan remaja gereja dan masjid.
“Kegiatan ini untuk memberikan edukasi bagi generasi muda agar menjauhi dan terhindar dari bahaya psikotropika,” ujarnya.
Menurut Richard, psikotropika merupakan zat kimia atau obat-obatan yang dapat mengubah fungsi otak, persepsi, suasana hati, kesadaran, pikiran, emosi dan perilaku seseorang serta dapat menyebabkan kecanduan jika disalahgunakan.
“Kegiatan yang kami lakukan ini merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap anak dan remaja di Kabupaten Mimika, secara khusus di Distrik Mimika Baru dalam upaya mensosialisasikan bahaya psikotropika bagi anak dan remaja gereja dan masjid,” jelasnya.
Kata Richard, diharapkan melalui kegiatan ini, dapat memberikan pemahaman kepada anak dan remaja agar mereka terhindar dari bahaya psikotropika.
“Kami sudah lakukan yang kedua kali, karena kami melihat tanggung jawab besar kepada kabupaten ini, dengan sosialisasi memberantas psikotropika, dari hal kecil inilah kita menyiapkan generasi kita untuk terhindar dan tidak terjerumus ke dalam hal – hal demikian,” jelasnya.
Richard menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat menerapkan dan saling mengingatkan satu dengan yang lain dalam pergaulan sehari-hari.
‘Jadi mereka bukan hanya datang dengar-dengar saja, tetapi pulang dan terapkan. Ketika mereka bertemu teman – teman di luar sana, mereka harus saling mengingatkan dan saling menjaga, agar tidak terlibat dan terjerumus dalam hal-hal negatif,” ucapnya.
Diketahui, dampak buruk narkoba pada kesehatan tubuh berbeda dari orang ke orang, sesuai dengan jenis narkoba yang dikonsumsinya. Namun, secara umum, kerugian fisik yang langsung dirasakan oleh para pengguna narkoba diantaranya kerusakan pada otak, kerusakan hati, kerusakan paru-paru, melemahkan kekebalan tubuh dan hilangnya keseimbangan tubuh.
Selain kesehatan fisik, narkoba dapat mempengaruhi kesehatan mental, sel-sel otak yang mengendalikan koordinasi gerakan tubuh, serta organ keseimbangan di telinga. Sehingga bahaya narkoba bagi kesehatan mental adalah gangguan kecemasan dan depresi, meningkatkan risiko psikosis, merusak kemampuan berpikir dan fungsi kognitif, ketergantungan emosional dan perubahan suasana hati serta menimbulkan perubahan perilaku bagi pengguna narkoba yang cenderung tidak bisa mengendalikan perilakunya. (John)

