TIMIKA,TelukPapua.Com – Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Konferensi Cabang (Konpercab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika yang digelar pada Senin,17 November 2025 di Gedung Eme Neme Yauware.
Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari hasil konferensi DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Tengah pada Rabu,5 November 2025 di Nabire itu menjadi momentum bersejarah bagi seluruh kader, pengurus, dan simpatisan partai berlambang banteng ini di Papua Tengah.
Konfercab DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika ini dihadiri Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, S.H., M.H., Gubernur Papua Tengah, Meki F.Nawipa., S.H., Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Tengah. Dr. Yuni Wonda., S.Sos., S.IP., M.M, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Yohannes Felix Helyanan, S.E, kader, simpatisan, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai unsur masyarakat yang memenuhi ruangan dengan penuh antusias.
Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan, Komarudin Watubun,S.H.,M.H mengatakan, regenerasi partai dimulai dari Mimika, dimana pimpinan DPC, PAC PDI Perjuangan harus diisi generasi milenial dan generasi Z.
“Mimika menjadi projec percontohan untuk membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi pemimpin. Jadi kita mulai transformasi dari yang tua ke yang muda. Saya ingin kepengurusan baru diisi anak-anak muda yang disiplin dan mau bekerja keras,” tegasnya.
Lebih lanjut Komarudin, mengisahkan perjalanan politiknya yang dipercaya di usia 27 tahun sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua. Pengalaman itu baginya menjadi bukti bahwa menjadi seorang pemimpin tidak mengenal batas usia.
Ketua DPD PDI Papua Tengah, Dr.Yuni Wonda,S.Sos., S.IP., M.M mengatakan, dirinya dipercaya sebagai Ketua DPD merupakan amanah dari rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Tengah, Yuni Wonda, menyampaikan rasa hormat sekaligus penghargaan yang mendalam kepada masyarakat dan para pengurus di delapan kabupaten yang telah memberikan aspirasi dan kepercayaan kepada dirinya.
“Saya secara pribadi, bersama seluruh pengurus DPD PDI Perjuangan Papua Tengah, menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas aspirasi dan kerja keras bapak-ibu semua. Kepercayaan yang diberikan pada 5 November lalu bukan sekadar penunjukan, tetapi amanah dari rakyat,” ungkapnya.
Ia menegaskan pentingnya tiga kekuatan utama yang harus berjalan beriringan.struktur partai, eksekutif, dan legislatif. Menurutnya, hanya dengan kolaborasi yang baik, PDI Perjuangan dapat mencapai target besar pada Pemilu 2029.
“Ibu Megawati telah memerintahkan kita untuk turun ke lapangan. Tidak cukup bicara di ruangan tertutup, rakyat harus dijemput dan didengarkan,” tegasnya.
Yuni Wonda menutup pernyataannya dengan pesan optimistis bahwa kemenangan PDI Perjuangan pada 2029 dan 2030 adalah hal yang bisa dicapai jika seluruh komponen partai menjaga persatuan dan disiplin.
Sedangkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Yohanes Felix Helyanan, S.E menyebut, gotong royong adalah ‘Kekuatan Kita’.
Ketua DPC PDI Perjuangan Mimika ini menyampaikan bahwa pelaksanaan Konfercab kali ini hanya dipersiapkan dalam waktu sepuluh hari sebuah bukti loyalitas dan semangat gotong royong kader di Mimika.
“Kegiatan ini terwujud berkat dukungan tenaga, pikiran, dan gotong-royong para kader, pimpinan partai, kepala daerah, hingga masyarakat yang tak dapat kami sebutkan satu per satu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Konfercab ini adalah tindak lanjut dari keputusan DPD Papua Tengah yang menginstruksikan seluruh DPC untuk segera mengukuhkan kepengurusan baru.
Ia berharap Konfercab tahun ini melahirkan struktur yang solid serta menghasilkan program-program nyata demi membesarkan PDI Perjuangan dan memajukan Mimika.

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah,Meki Frits Nawipa,S.H.,: “Mimika Harus Menjadi Rumah Kita Bersama”
Menurut Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, semangat dan harapan besar untuk masa depan Mimika. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kita harus pastikan anak-anak kita dapat pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan hidup yang lebih baik ke depan. Kerja nyata lebih penting daripada banyak bicara,” tegasnya.
Gubernur juga memaparkan program Sekolah Sehari Penuh yang telah berjalan di berbagai kabupaten seperti Puncak Jaya, Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, dan Nabire. Program tersebut tidak hanya menekan biaya pendidikan, namun turut menggerakkan ekonomi gereja dan masjid melalui pelibatan orang tua dalam penyediaan makanan bergizi.
Dalam pernyataannya, ia menekankan makna penting Mimika sebagai ruang inklusif.
“Dulu Mimika bukan rumah kita bersama. Namun dengan kepemimpinan Johanes Rettob dan Emanuel Kemong, Mimika kini menjadi rumah untuk semua. Kita bangun ini bersama-sama.” katanya.
Gubernur menutup dengan pesan penuh inspiratif tentang ketangguhan.
“Pejuang sejati bertahan, hujan atau tidak, siang maupun malam. Kebenaran tidak akan pernah dikalahkan oleh siapa pun,” tambahnya. (Brayen)

