TIMIKA, TelukPapua.Com – Bupati Mimika, Johanes Rettob,S.Sos.M.M., menegaskan Pemkab MImika akan segera mengambil langkah konkret dengan membangun fasilitas pendidikan yang memadai di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah.
Hal itu disampaikan Bupati Mimika, Johanes Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat bertatap muka dengan para kepala kampung dan pihak terkait di Kantor Distrik Barat Tengah, Minggu 2 November 2025.
Dalam siaran langsung media sosial facebook milik orang nomor satu di Kabupaten Mimika ini, Bupati Johanes Rettob, menyatakan dirinya mendengar langsung masukan dari para kepala kampung terkait minimnya fasilitas pendidikan tersebut. Kata Bupati, terdapat gedung sekolah di wilayah lain, namun jumlah muridnya sedikit, sedangkan di Kampung Wakia jumlah anak usia sekolah cukup banyak, justru belum ada gedung sekolah.
“Saya tadi dengar langsung dari kepala kampung, ada sekolah yang muridnya sedikit, tapi ada dua sekolah yakni SD YPPK dan SD Negeri ada di satu tempat. Kenapa tidak kita satukan saja jadi satu sekolah, lalu yang satunya kita pindahkan ke Wakia. Saya akan ambil keputusan segera, nanti kita perhatikan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Bupati, Pemkab Mimika akan membangun satu sekolah di Kampung Wakia, sehingga anak-anak tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke Mapar untuk bersekolah. Pemerintah daerah akan meninjau langsung kondisi lapangan untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya. Tapi intinya, kita akan membangun sekolah di Wakia,” tegasnya.
Pernyataan Bupati Johanes Rettob tersebut disambut positif oleh masyarakat dan kepala kampung yang hadir dalam pertemuan tersebut. Warga berharap kebijakan itu dapat segera direalisasikan, mengingat pendidikan merupakan kebutuhan mendasar yang selama ini sangat dirindukan masyarakat Kampung Wakia.
Sebelumnya, Kepala Kampung Wakia, F.M. Warawarin menyampaikan terkait minimnya fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Kampung Wakia. Kata Warawarin, di kampung Wakia tidak ada satu pun sekolah maupun fasilitas kesehatan yang berfungsi baik, termasuk akses menuju kampung juga sulit. Ia menilai hal itu sebagai bentuk kurangnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap masyarakat di wilayah pedalaman.
“Di Kampung Wakia itu tidak ada sekolah satu pun. Anak-anak harus sekolah di luar kampung. Kita bicara soal peningkatan SDM, tapi bagaimana kalau pendidikan dan kesehatan saja tidak tersedia,” ucapnya.(Brayen)

