TIMIKA,TelukPapua.Com – Pemeritah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggelar Expo Festival Usaha Kecil dan Menegah (UMKM) dengan tema ‘UMKM Naik Kelas, Menuju Pasar Global’ dalam menyambut HUT ke-29 Kabupatem Mimka. Expo Festival UMKM yang berlangsung mulai 6-8 Oktober 2025 itu mencetak rekor sektor UMKM. Bagaimana tidak, dari sekitar 800-an pelaku usaha UMKM di Kabupaten Mimika, tercatat 300-an UMKM tembus pasar global. Selain itu, sejumlah produk UMKM asal Mimika dipasarkan di ‘Teras Mimika’ yang berlokasi di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di Jl. Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan.
Acara pembukaan Expo Festival UMKM yang dipusatkan di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware Timika tersebut dihadiri perwakilan Kementrian UMKM Republik Indonesia, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Forkopimda Kabupaten Mimika, BUMN, BUMD, Ketua dan Wakil Ketua TP PPK Kabupaten Mimika serta sejumlah pejabat penting lainnya.
Bupati Mimika, Johanes Retob S.Sos.,M.M., mengatakan dari sekian banyak UMKM, sebagian sudah masuk dalam UMKM digital dan ini menjadi kebangaan tersendiri bagi Kabupaten Mimika karena hasil produk adalah original bukan produk impor yang dijadikan sebagai produk UMKM.
“Kami di Timika ini tercatat ada 800 UMKM. Dari jumlah tesrsebut sekitar 300-an yang masuk UMKM digital. Kami boleh berbangga karena UMKM di Mimika ini menjual produk hasil karya sendiri,”katanya.
Lebih lanjut kata Bupati JR, di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM di Jl. Gatot Subroto Jakarta pada lantai bawah ada tempat khusus Kabupaten Mimika untuk promosi produk lokal UMKM asal Kabupaten Mimika.
“Di lantai bawah Kantor Kementrian UMKM di Jalan Gatot Subroto ada teras Mimika yang kita promosikan produk-produk Kabupaten Mimika, bukan produk yang kita impor dari luar, atau dari kabupaten lain atau daerah lain. Tetapi produk- produk dari tangan-tangan warga yang ada di Timika. UMKM Mimika ini betul-betul menjual produk lokal,”katanya.
Menurut Bupati JR, bukan hanya ada Freeport jadi Kabupaten Mimika kaya, tetapi sudah tersedia hasil bumi yang melimpah.
“Kita sebenarnya kaya, bukan hanya ada Freeport, tetapi kita kaya karena betul-betul sumber daya alam kita. Kita punya laut, dan juga Kabupaten Mimika kurang lebih duapuluh satu ribu kilo meter persegi 60 persen hutan magrove,” jelasnya.
Lebih lanjut Bupati menambahkan, hasil alam yamg melimpah ini salah satunya adalah terdapat hutan mangrove. Harapan Pemkab Mimika agar ada usaha tempat pariwisata yang perlu mendapat suport dari pihak terkait.
“Saya berharap kedepan hutan mangrove itu menjadi harga tersendiri yang dapat memberikan nilai ekonomis yang baik untuk kita di Kabupaten Mimika,”tambanya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi,S.Sos., M.M mengatakan, terkait kegaiatan yang dilakukan selama tiga hari ini sesuai hukum normatif yang berlaku.
Kata Yogi, kegiatan yang dilakukan tersebut mengacu pada UUD 1945 pasal 33 tentang perekonomian Nasional dan kesejateraan sosial, UU No 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro kecil dan menengah, Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM No 3 tahun 2021 jo no 7 tahun 2021 tentang kemudahan perlindungan dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah, Perbup Mimika No 5 Tahun 2022 tentang pengelolahan keuangan daerah Kebupaten Mimika,”katanya
“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini sebagai ajang perkenalan produk daerah terhadap konsumen dan para investor di bidang bisnis di Kabupaten Mimika,”katanya.
Lebih lanjut kata Yogi, penjualan pada festival ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan penjualan secara langsung baik melalui transaksi di tempat melalui pemesanan langsung maupun secara digital.
“Kegiatan ini dapat membangun citra dan meningkatkan kesadaraan publik terhadap produk local yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM di Mimika,”tuturnya. (Brayen)

