TIMIKA, TelukPapua.Com – Konflik tapal batas wilayah Kabupaten Mimika, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Dogiyai-Provinsi Papua Tengah yang kembali memanas beberapa hari belakangan ini di Kapiraya, dapat menimbulkan dampak sosial yang cukup luas. Akibat konflik tersebut, ratusan siswa di Distrik Mimika Barat Tengah terlantar lantaran tidak ada kegiatan belajar mengajar. Tak hanya itu, pelayanan kesehatan juga tidak dilakukan oleh petugas medis.
Anggota DPR Kabupaten Mimika, Hj. Rampeani Rachman,S.Pd saat ditemui wartawan TelukPapua.Com di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Sabtu 14 Februari 2026 menjelaskan, untuk mengetahui kondisi terkini yang dialami warga pasca konflik, dirinya memilih untuk turun langsung menemui warga di Kapiraya.
“Saya tidak hanya melihat atau membaca dari media, tapi saya turun lihat langsung kondisi warga disini. Kondisi warga sangat miris, karena mereka diliputi rasa ketakutan. Ratusan anak sekolah tidak mengikuti kegiatan belajar dan juga tidak ada pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Anggota Komisi III DPRK Mimika dari Fraksi Eme Neme Yauware ini, tenaga guru maupun tenaga kesehatan telah meninggalkan Kapiraya, padahal pihak keamanan telah menyatakan menjamin keselamatan mereka.
“Dengan melihat keadaan seperti ini, saya minta pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk segera menyelesaikan tapal batas ini, sehingga warga tidak menjadi korban,” tegasnya.
- Ormas di Timika Diminta Lakukan Aksi Sosial Bantu Masyarakat di Kapiraya
Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman,S.Pd secara pribadi menyerahkan bantuan berupa 1 (satu) ton beras dan sembako lainnya kepada masyarakat di Kapiraya, Sabtu 14 Februari 2026. Bantuan sembako yang diberikan ini guna menyokong ekonomi warga yang saat ini mengungsi ke kampung atau daerah yang aman di wilayah Distrik Mimika Barat Tengah.
“Ormas di Timika jangan hanya melakukan aksi sosial untuk korban bencana atau konflik di kabupaten atau provinsi lain, tapi mari kita sama-sama membantu warga kita yang ada di Kapiraya,” ucapnya.(Guntur)

