TIMIKA TelukPapua.com – Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong menyebut, keberhasilan implementasi SPIP terintegrasi dapat diibaratkan sama dengan “daya tahan tubuh” seseorang, karena keduanya menunjukkan kemampuan sistem untuk bertahan dan berfungsi secara optimal dalam menghadapi berbagai tantangan.
Analogi yang dikatakan Wakil Bupati Mimika ini menjelaskan bahwa SPIP yang berhasil akan membuat instansi pemerintah memiliki pengendalian internal yang kuat dan terintegrasi untuk mencapai tujuan, mirip dengan tubuh yang sehat mampu mengatasi berbagai serangan penyakit.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan yang digelar Inspektorat Kabupaten Mimika, pada 14-15 Oktober 2025.
Kegiatan dengan tema ’Penilaian Mandiri Maturitas Penyelenggaraan, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tahun 2025 tersebut merujuk pada Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2008 tentang proses tata kelola manajemen risiko dan pengendalian yang diatur dalam pasal 1, pasal 3, pasal 11, pasal 13, pasal 14, dan pasal 16 yang mengatur tentang mekanisme SPIP.
Lebih lanjut kata Wakil Bupati Mimika, kehadiran semua pihak dalam kegiatan ini serta keterlibatan pihak terkait sebagai kunci sukses dalam pelaksanaan SPIP.
“Hadirnya bapak dan ibu disini sebagai wujud nyata mendukung SPIP di lingkungan Kabupaten Mimika sehingga ini menjadi sinyal positif dalam mewujudkan tatakelola pemerintahan yang baik. Karena kita semua tahu bahwa kunci keberhasilan implementasi SPIP ini adalah komitmen pimpinan daerah dan OPD,”katanya.
Menurut Wabup Emanuel, keberhasilan program ini diibaratkan seperti daya tahan manusia ketika tubuh manusia sehat maka dapat menangkal berbagai penyakit serta dapat beraktivitas secara produktif.
“SPIP dianggap penting seperti sistem imun tubuh yang menjaga kesehatan organisasi pemerintahan. Penilaian maturitas SPIP dilakukan untuk memastikan tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Laporan keuangan dapat diandalkan, aset negara aman, serta kepatuhan terhadap peraturan terjaga,”katanya.
Lebih lanjut orang nomor dua Kabupaten Mimika itu menyebut, ada nara sumber yang diundang dalam pertemuan ini sebagai mitra dan berdiskusi terkait suksesnya pelaksanaan SPIP ini sehingga dapat menjadi arah yang benar dalam rahabilitas berkepanjangan.
“Perwakilan BPKP Papua Tengah hadir sebagai mitra dan fasilitator untuk mendampingi, berdiskusi, serta berbagi praktik terbaik dalam pelaksanaan SPIP. Kegiatan ini diharapkan menjadi peta jalan bagi pemerintah Kabupaten Mimika dalam melakukan perbaikan berkelanjutan,”jelasnya.
Wakil Bupati menambahkan, semua pihak terkait harus punya peran besar disetiap proses. Bukan hanya mekanisme administrasi, tapi juga mempunyai pengaruh terkait penentuan keputusan secara jujur dan berintegritas tinggi.
“Seluruh OPD diminta aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan, tidak hanya secara administratif tetapi juga substansial dalam penguatan proses kerja dan pengambilan keputusan yang akuntabel,”pungaknya.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Plt. Kepala Inspektorat Kabupaten Mimika, Septinus Timang, perwakilan BPKP Provinsi Papua Tengah sebagai nara sumber, dan pimpinan OPD Kabupaten Mimika. (Brayen W)

