TIMIKA, TelukPapua.com – Proyek Pasti Papua yang diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia dan didukung oleh PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar agenda dengan bertajuk Workshop Pemanfaatan Buku KIA Bagi Kader Posyandu di Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang berfokus pada pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) edisi 2024 ini berlangsung selama tiga hari, Kamis 18–20 Februari 2026 di Ballroom Swiss-Belinn Mimika.
Workshop tersebut dihadiri perwakilan TP PKK Kabupaten Mimika, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, perwakilan PT Freeport Indonesia, serta kader Posyandu dari Ayuka, Tipuka, Nayaro, Koprapoka, dan Nawaripi.
Dalam sambutan yang dibawakan perwakilan TP PKK Kabupaten Mimika, DR. Enny Kenangalem menegaskan bahwa workshop ini menjadi momentum penting bagi kader untuk memahami secara praktis pengisian dan pemanfaatan buku KIA.
“Bicara soal workshop berarti kita belajar hal-hal praktis tentang pengertian buku KIA atau yang kita kenal dengan Kartu Menuju Sehat. Kita difasilitasi instruktur yang paham betul bagaimana mengisi buku KIA dengan baik dan benar. Saat ini kita berada dalam era pelayanan posyandu ILP,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Enny Kenangalem, buku KIA sangat penting karena menjadi alat untuk memantau tumbuh kembang anak serta memahami konsep kesehatan di masyarakat. Para kader diharapkan benar-benar memperhatikan materi yang diberikan dan mampu mengimplementasikannya di kampung masing-masing.
“Saya harap ibu-ibu dari Ayuka, Tipuka, Nayaro, Koprapoka, dan Nawaripi betul-betul paham cara mengisi buku KIA ini. Dari buku tersebut kita bisa melihat tumbuh kembang anak-anak kita,” tambahnya.
Sementara saat ditemui wartawan TelukPapua.Com, Senior Program Manager Proyek Pasti Papua, Julia Christine Sagala menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk akselerasi percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi di tiga kabupaten dampingan, yakni Mimika, Nabire, dan Asmat.
Menurutnya, buku KIA memiliki banyak fungsi, bukan hanya sebagai Kartu Menuju Sehat (KMS), tetapi juga sebagai media penyuluhan, alat monitoring pengukuran dan penimbangan ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, balita, hingga aspek perlindungan anak.
“Selama ini yang sering dimanfaatkan di lapangan hanya KMS-nya saja. Padahal informasi lain dalam buku KIA sangat lengkap dan bisa digunakan kader saat pelayanan posyandu maupun kunjungan rumah,” jelas Julia.
Kata Julia ,pihaknya bersama PT Freeport Indonesia akan mendampingi 11 kampung dan kelurahan, termasuk wilayah pesisir seperti Fanamo, Omawita, Otakwa, Atuka, Kekwa, dan Kokonau. Program ini telah berjalan sejak 2024 dan direncanakan berlangsung hingga 2027.
Ke depan, pelatihan serupa akan dilaksanakan secara bertahap bagi kampung-kampung yang belum mendapatkan kesempatan. Dalam waktu dekat juga akan digelar pelatihan 25 keterampilan dasar kader Posyandu bagi kampung pesisir pada semester pertama tahun ini.
Sementara itu Perwakilan dari PT Freeport, Rosina Erakipia dari tim Promosi Kesehatan CHD, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sebelumnya, dengan dukungan pendampingan dari berbagai pihak.
“Dengan adanya workshop ini, diharapkan pemanfaatan Buku KIA edisi 2024 dapat lebih optimal, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan posyandu dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika.(Brayen)

