TIMIKA, TelukPapua.com – YLBH Papua Tengah mengkritik keras aksi brutal saat demonstrasi yang dilakukan masyarakat di Sorong. Provinsi Papua Barat Daya, Rabu 27 Agustus 2025.
Demikian ditegaskan Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, S.H kepada TelukPapua.com, Rabu 27 Agustus 2025.
Kata Yosep, aksi demonstrasi yang dilakukan warga tersebut merupakan hal yang wajar dalam era demokrasi, tetapi harus dibarengi dengan etika dalam menjaga ruang demokrasi,”
“Bagaimana bisa melakukan aksi demo dengan cara yang brutal seperti itu, kan berdampak terhadap stabilitas keamanan, ekonomi dan lainnya,” tegas Yosep.
Lebih lanjut Yosep, mengajak masyarakat untuk dapat merawat ruang demokrasi dengan cara-cara elegan.
“Demonstrasi dengan cara brutal akan merugikan pribadi dan juga kepentingan umum,” ujarnya.
Karena itu kata Yosep, YLBH Papua Tengah menyerukan kepada semua pihak untuk tetap menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Papua Barat Daya.
“YLBH Papua Tengah juga mengkritik cara pendekatan yang dilakukan oleh pihak Polda Papua Barat Daya dalam meredam aksi massa yang berujung anarkis,” katanya.
Aksi unjuk rasa di Kota Sorong ini dipicu oleh pemindahan empat tahanan politik kasus dugaan makar oleh Kejaksaan Negeri Sorong ke Makassar Sulawesi Selatan.
Keempat pria tersebut yakni AAG, NM, MS dan PR Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar yang disinyalir merupakan anggota Federal Republik Papua Barat. (redaksi)

