TIMIKA,TelukPapua.Com– Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun S.STP bersama jajarannya melakukan uji coba awal atau pilot project Program Inovasi Baru ‘Kawe Nia Goes To School di sekolah yang bernaung dibawah Yayasan Peduli Papua Timika, Rabu 10 Desember 2025.
Distrik Wania Goes To School adalah inovasi baru yang dikenal dengan nama ‘Kawe Nia Goes To School” yang merupakan gagasan cemerlang dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Distrik Wania. Sejumlah inovasi baru yang dimiliki Distrik Wania diantaranya Kawe Nia, Clean Friday, dan Tim Gercep Distrik Wania.
Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun S.STP kepada wartawan TelukPapua.Com, Rabu 10 Desember 2025 menjelaskan, sesuai rencana program inovasi baru tersebut akan launhcing pada awal Januari 2026 setelah dilakukan uji coba.
“Kegiatan yang dilaksanakan di Yayasan Peduli Papua untuk SD,SMP, dan SMK yang mayoritas siswanya adalah Orang Asli Papua. Pelaksanaan kegiatan sebagai respon dari guru-guru di sekolah ini yang datang kepada kami menyampaikan keluhan terkait pengurusan berkas-berkas identitas para siswa yang terus meningkat. Sebetulnya berkas itu adalah tangung jawab orang tua, tetapi dengan dorongan melalui Yayasan Peduli Papua, maka guru-guru datang ke distrik,” jelas Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun S.STP kepada wartawan TelukPapua.Com di aula Yayasan Peduli Papua, Rabu 10 Desember 2025.
Menurut Merlyn, tekait keluhan yang disampaikan para guru mengenai meningkatnya jumlah siswa dan pengurusan admistrasinya, maka pihak distrik menindaklanjuti hal tersebut melalui gagasan yang dimiliki P3K Distrik Wania. Bagi Merlyn, pihaknya merasa bangga karena kinerja Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Mimika khususnya P3K Distrik Wania memiliki kepedulian luar biasa menanggapi hal tesebut, sehingga setelah melalui uji coba inovasi baru tersebut, Distrik Wania segera meresmikan inovasi tersebut pada tahun depan.
“Kami melihat bahwa adanya peningkatan jumlah murid yang mereka uruskan, akan tetapi disaat pengurusan berkas itu kadang system eror, sehingga hal itu yang membuat kami datang menjemput bola melalui inovasi baru teman-teman P3K Distrik Wania. Dari gagasan ini saya selaku kepala distrik sangat bangga bahwa P3K Distrik Wania mempunyai ruang untuk mau menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menjadi satu inovasi baru. Inovasi ini kami akan resmikan pada bulan Januari tahun 2026. Hari ini dilakukan uji coba, sehingga Distrik Wania dapat input apa yang harus dilakukan dan bagaimana kendala teknis di lapangan,”katanya.

Lebih lanjut Merlyn menjelaskan, tujuan dari pilot project program Pemerintah Distrik Wania tersebut agar dapat membantu orang tua serta para murid yang bersekolah di Wilayah Distrik Wania. Kata Merlyn, perlu dipahami bahwa banyak orang tua murid memiliki keterbatasan ekonomi dalam memperjungkan kesuksesan anaknya, sehingga fungsi dari pihak distrik mewakili pemerintah kabupaten adalah mengupayakan agar anak-anak memiliki masa depan yang cerah.
“Tujuan kita yaitu ‘Data Rapi Masa Depan Pasti’ maka dari visi ini kami membantu orang tua dari anak-anak Amungme dan Kamoro serta suku lainnya. Kami memahami bahwa sebagian dari mereka tidak memiliki biaya yang cukup untuk mengurus data anak-anak mereka yang sekolah di wilayah Distrik Wania. Jadi, sebagai perwakilan pemerintah di Distrik Wania, kami membantu merapikan data siswa, sehingga ketika dimasukan pihak sekolah ke Dapodik, tidak bermasalah dan saat para siswa sudah lulus, data mereka sudah ada untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya,”ujarnya.
Kepala Distrik Wania berharap, pilot project inovasi baru yang dilakukan oleh P3K Distrik Wania ini menjadi program yang dapat menghasilkan input baik dari sekolah, guru-guru, orang tua maupun para siswa.
“Kegiatan tersebut bukan hanya terkait adminstrasi kependudukan, tetapi dari kegiatan ini akan ada saran yang masuk ke distrik terkait mungkin ada informasi beasiswa, maupun hal penting lainnya terhadap para siswa,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah Distrik Wania saat ini sedang membuka layanan melalui kanal atau media komunikasi resmi ‘Kawe Wania’. Melalui kanal milik Distrik Wania tersebut, para guru dapat melaporkan, jika ada kasus bullying, atau terkait dugaan penggunaan zat-zat terlarang.(Brayen)

