Timika, TelukPapua. Com – Ketua Aliansi Pemuda Kamoro, Rafael Taorekeyau mendesak kepolisian dan jajaran aparat penegak hukum lainnya di wilayah hukum Kabupaten Mimika untuk mengusut tuntas kasus 9 ton BBM ilegal dan tambang ilegal yang tengah marah terjadi di Distrik Mimika Barat Tengah. Sebab dalang dibalik dua kasus ini, disinyalir dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Dengan penuh ketegasan saya sampaikan bahwa, segala tindakan yang ilegal melanggar hukum tentu adalah perbuatan yang secara aturan dianggap kriminal, sehingga perlu ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia dan harus dikawal terus sampai tuntas,” ujarnya.
Kepada TelukPapua.com, Rabu (3/9) Rafael mengungkapkan kekecewaannya kepada oknum – oknum yang diduga menjadi aktor utama dalam kasus 9 ton BBM ilegal dan juga tambang ilegal yang saat ini beroperasi di Distrik Mimika Barat Tengah.
“Secara pribadi, sebagai tokoh pemuda Kamoro, saya sangat merasa kecewa dengan hal-hal yang terjadi di wilayah kami, dalam hal ini tambang ilegal yang terus dicuri oleh oknum-oknum rakus yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata Ketua Aliansi Pemuda Kamoro itu, akibat perbuatan tak terpuji yang dilakukan oknum-oknum ini menyebabkan alam di daerah tersebut rusak. Padahal, tanah di wilayah tersebut merupakan rumah bagi masyarakat Suku Kamoro.
“Bagi kami alam itu rumah, alam itu supermarket kami. Kami tidak bisa mencari makan dari tempat lain. Kami selalu mencari di laut dan kemudian berburu di hutan. Jangan merusak kami punya hutan, jangan merusak kami punya sungai. Kami mau minum air dari mana kalau, terus buat tambang ilegal di daerah itu,” tegasnya.
Lebih lanjut Rafael berjanji, pihaknya akan terus mengawal proses hukum terhadap 9 ton BBM ilegal yang merupakan barang bukti yang saat ini sudah ada di Mako Polres Mimika Mile-32.
“Kami sebagai masyarakat dan juga organisasi, akan terus mengawal proses hukum yang sedang berlangsung berkaitan dengan barang bukti yang sudah diserahkan kepada pihak kepolisian,” tutupnya.(John).

