TIMIKA,TelukPapua.com – Anggota DPRK Mimika Hj. Rampeani Rachman, S.Pd menerima sejumlah aspirasi yang disampaikan warga Kampung Fanamo dan Omawita saat melakukan reses di Manasari, Ibu Kota Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, pada Senin 23 Maret 2026.
Salah satu kebutuhan utama warga yang disampaikan kepada Anggota Parlemen Mimika ini yakni masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih di Kampung Fanamo dan Omawita. Mendengar hal itu, Hj. Rampeani langsung merespons cepat dengan segera membangun satu sumur bor.
“Dalam waktu dekat ini, saya akan bangun dulu satu sumur bor di sana. Kalau nanti airnya bersih dan layak untuk dikonumsi, maka akan ditambah di beberapa titik lagi untuk masyarakat di Fanamo dan Omawita, termasuk di sekolah YPPK dan sekolah Negeri,” kata Anggota DPRK Mimika Hj. Rampeani Rachman,S.Pd kepada TelukPapua.com, Rabu 25 Maret 2026.
Menurut Hj. Rampeani, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera dicari solusi. Karena itu, sebagai wakil rakyat, Anggota DPRK Mimika ini, langsung merespons aspirasi masyarakat tersebut dengan segera membangun satu sumur bor.
“Selama ini warga mengandalkan air hujan. Namun, ketika tidak ada hujan, maka warga sangat sulit mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Untuk menjawab aspirasi warga tersebut, Hj. Rampeani saat ini sedang mempersiapkan tenaga yang akan membangun sumur bor dan kebutuhan pendukung lainnya untuk diberangkatkan ke Distrik Mimika Timur Jauh.
Menurutnya, menjawab aspirasi masyarakat tidak harus berskala besar dan mahal, namun yang terpenting adalah hasilnya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Tidak perlu yang muluk-muluk, yang penting masyarakat bisa menikmati. Percuma anggaran miliaran rupiah kalau akhirnya tidak bisa digunakan,” tegasnya.
Lebih lanjut Hj. Rampeani mengatakan, selain kebutuhan air bersih, warga juga menyampaikan terkait pembangunan Rumah Pastor atau Pastoran.
“Warga juga sampaikan terkait pembangunan Rumah Pastor atau Pastoran. Karena itu, pembangunan Pastoran ini juga menjadi perhatian serius saya sebagai wakil rakyat,” ucapnya.
Rencana pembangunan sumur bor yang diinisiasi Hj. Rampeani ini diharapkan menjadi nyata dan harapan baru bagi warga, sehingga dapat menjawab krisis air bersih yang telah dialami warga selama bertahun-tahun.
Ia juga menyoroti terkait proyek air bersih maupun proyek lainnya yang dicanangkan pemerintah di wilayah tersebut yang dinilai belum efektif.
Hal ini setelah ia mendengarkan langsung keluhan dan kekecewaan warga yang disampaikan warga saat reses di Distrik Mimika Timur Jauh.
Menurut warga, fasilitas air bersih yang dibangun pemerintah daerah sejak 2022 hingga 2024 belum juga bisa dinikmati, padahal anggaran yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah.
Bagi warga, program yang ditangani Dinas PUPR Kabupaten Mimika itu diharapkan menjawab kebutuhan warga. Namun di lapangan, justru masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan air bersih, sebagai salah satu kebutuhan paling dasar sehari-hari.
Warga menyebut, pada 3 Maret 2026, pihak Dinas PUPR Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia telah turun langsung ke Kampung Fanamo dan Omawita untuk mengetahui progres fasilitas air bersih yang dibangun di wilayah itu. Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan fasilitas tersebut bisa difungsikan secara optimal. (G.Fakaubun)

