TIMIKA,TelukPapua.Com – Pemerintah Distrik Mimika Baru (MIRU) melalui Gerakan Asri Mimika Baru (GAM) yang terdiri dari 11 kelurahan melakukan Pembersihan jalan, got serta sungai di Wilayah Distrik MIRU. Pembersihan ini dilakukan serentak oleh 11 kelurahan di Distrik Mimika Baru yang dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Mimika Baru sekaligus sebagai pimpinan personel garda terdepan (GAM), pada Jumat,10 April 2026.
Kepala Distrik Mimika Baru sekaligus Ketua GAM, Merlyn Temorubun S.STP.,mengatakan, kegiatan bersih-bersih tersebut dari pagi hingga petang ini adalah upaya dan respon gerakan cepat dari Distrik MIRU yang terdiri dari sebelas kelurahan untuk dapat membersihkan wilayah- wilayah yang memiliki sampah berserahkan.
“Sejak pukul tujuh pagi hingga sore ini, sebelas kelurahan di Distrik Mimika Baru bergerak serentak melakukan pembersihan. Tiga kampung juga menyesuaikan dan ikut mengambil bagian sesuai kondisi masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut kata Merlyn Temorubun, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, sampah yang berserahkan dimana-mana ini, personel bukan hanya membersihkan ditempat yang mudah dijangkau akan tetapi juga ditempat yang sulit dijangkau.
Mirisnya, kata dia, sampah-sampah yang semestinya tidak dibuang sembarang seperti dimiliki oleh pihak kesehatan, juga ditemukan oleh pihaknya di salah satu wilayah pemerintahannya.
“Yang membuat saya sangat terharu, ini bukan sekadar membersihkan jalan atau got. Teman-teman turun sampai ke sungai. Di Kebun Sirih bahkan ditemukan sampah medis di aliran sungai. Ini bukan hal kecil. Ini keprihatinan serius yang tidak boleh kita anggap biasa,”ungkapnya.
Kata Merlyn, sampah medis dibuang sembarang, padahal kebersihan lingkungan ini merupakan tangung jawab bersama, bukan hanya pihaknya.
Untuk itu, pihaknya akan terus mengawasi area tersebut guna memastikan tindakan pembuangan sampa tersebut tidak terjadi sembarangan serta juga berkoordinasi dengan kepada dinas yang berwenang untuk menindaklanjuti kejadian yang ditemukan dilapangan.
“Kami akan terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar ada penanganan yang lebih tegas dan menyeluruh. Karena menjaga daerah aliran sungai bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan satu hal penting, Gerakan Asri Mimika Baru atau GAM bukan sekadar gerakan angkat sampah. Ini adalah gerakan edukasi melalui teladan dan tindakan. Target dari GAM adalah perubahan perilaku masyarakat.
“Ini bukan target jangka pendek, tetapi jangka menengah dan jangka panjang. Kita ingin membangun kebiasaan baru, kesadaran baru, dan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan,”paparnya.
Merlyn menambahkan, kegiatan ini menunjukkan arah bahwa Mimika Baru bisa berubah, dimulai dari hal sederhana tetapi dilakukan bersama-sama.
Lanjut dia, Pemerintah Distrik Miru tidak sedang hanya membersihkan hari ini namun sedang membangun budaya. Masyarakat tidak belajar dari himbauan, masyarakat belajar dari apa yang mereka lihat.
“Dan hari ini, yang mereka lihat adalah kita hadir untuk bekerja, kita peduli, dan kita bergerak. Kalau hari ini kita bisa bergerak serentak, maka ke depan kita juga harus bisa menjaga wilayah ini,” tutupnya.(Brayen)

