TIMIKA, TelukPapua.com – Peresmian Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Papua Jemaat Betel Siporannu oleh Penjabat Sekda Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau., S.E,M.H mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M pada Minggu, 19 Oktober 2025, memberikan sukacita dan rasa syukur bagi para Jemaat Betel Siporannu.
Sebab, dengan hadirnya gereja baru tersebut dapat menjadi pusat sekaligus sebagai ladang pertumbuhan iman bagi jemaat GPI di Papua Jemaat Betel Siporannu di Kabupaten Mimika.
Saat ditemui TelukPapua.Com, Ketua Sinode Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua, Pdt. Donald E.S Salima,S.Th.,SE.M.M mengatakan, proses sakral perarakan alat-alat gereja dari tempat ibadah sebelumnya ke tempat ibadah yang baru mengawali rangkaian peresmian Gereja GPI Papua Jemaat Betel Siporannu.
“Prosesi perarakan itu kegiatan kami GPI Papua, yang mana ada peresmian satu jemaat yang berlangsung bakal jemaat menuju jemaat definitif, harus dalam proses perarakan sambil membawa alat-alat dari gereja induk ke gereja yang baru dimekarkan,” katanya.

Kata Pdt. Donald, harapan besar ketika gereja yang baru diresmikan kiranya menjadi wadah yang mempunya potensi kebaikan yang besar dan menjadi ladang bibit iman yang unggul serta bertumbuh dan membuahkan hasil yang baik pula kepada seluruh jemaat definitif.
“Kami berharap ketika jemaat definitif maka dia akan menjadi jemaat yang mendiri, misioner, serta jemaat yang dapat memberikan pertumbuhan iman dan juga berkembang bagi seluruh penyelenggara pelayanan di jemaat yang baru,” tuturnya.
Pantauan langsung TelukPapua.com, suasana penuh sukacita dan khidmat mewarnai perarakan benda-benda gereja atau alat-alat sakramen dari Gereja Tikulembang Galilea di Kawasan Jalan Sam Ratulangi ke Gereja GPI di Papua Jemaat Betel Siporannu yang berlokasi di Kawasan Jalan Busiri Ujung Gang Rama- Kota Timika.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIT tersebut diikuti dengan hikmat oleh 21 pendeta dan 57 pelayan jemaat, serta puluhan warga jemaat yang turut berjalan bersama sambil melantunkan puji-pujian dan doa syukur.
Prosesi sakral ini menjadi simbol perjalanan iman jemaat menuju kemandirian pelayanan, menandai tonggak sejarah baru dalam pertumbuhan Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Papua di Wilayah Mimika.
Dalam perarakan, tampak para pendeta mengenakan toga hitam dengan selendang merah khas GPI Papua, sambil membawa perlengkapan ibadah seperti alat-alat sakramen yang menjadi lambang kehadiran Kristus di tengah-tengah jemaat-Nya. (Brayen W)

