• Advertise
  • Redaksi
  • Contact Us
Teluk Papua
  • BERANDA
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Teluk Papua
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Kuota Anak Amungme dan Kamoro Dibatasi, Warga Protes YPMAK

admin_telukpapua by admin_telukpapua
8 months ago
in BERITA UTAMA, MIMIKA, PAPUA
Kuota Anak Amungme dan Kamoro Dibatasi, Warga Protes YPMAK

Deputi Program YPMAK, Billy E. Korwa, memberikan penjelasan kepada warga terkait kebijakan penerimaan anak Amungme dan Kamoro di Asrama SATP. Foto;Sam/TelukPapua.com

0
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Timika, TelukPapua.com – Sejumlah orang tua menggelar aksi di depan kantor Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang berlokasi di kawasan Ahmad Yani Timika, Kamis (4/9) sekitar pukul 10.00 WIT. Aksi ini dipicu rasa kecewa warga karena anak mereka tidak diterima di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP). Massa sempat membakar ban bekas di Jalan Ahmad Yani sehingga arus lalu lintas tersendat, namun aksi tetap berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian.

Protes warga terkait aturan penerimaan anak ke asrama yang dibatasi kuota seimbang yakni  masing-masing suku Amungme dan Kamoro sebanyak 75 orang Padahal,  menurut warga data awal menunjukkan jumlah pendaftar dari Amungme lebih banyak dibanding Kamoro.

Kebijakan yang diambil YPMAK, karena kapasitas asrama yang terbatas serta adanya persyaratan dari pihak sekolah mitra, yakni usia minimal tujuh tahun. Anak di bawah usia tersebut dinilai sulit diurus karena kerap menangis dan ingin pulang.

“Sekarang data di KESHTP menunjukkan pendaftar Amungme lebih dari 800 orang, sementara Kamoro hanya 97 orang. Karena itu, penerimaan tidak bisa lebih dari 75-75. Selain itu, sekolah meminta anak yang diterima minimal berusia tujuh tahun, karena jika kurang dari itu, guru kesulitan membina mereka,” jelas Deputi Program YPMAK, Billy E. Korwa, mewakili Direktur YPMAK.

Kata Billy, keputusan ini bukan diambil secara personal, melainkan persoalan umum yang harus dipahami bersama. Selain soal asrama, YPMAK juga menyampaikan bahwa informasi penerimaan tenaga kerja bersama perusahaan akan diumumkan kemudian.

Aksi masyarakat berakhir dengan tertib setelah perwakilan YPMAK memberikan penjelasan resmi terkait kebijakan tersebut. (Sam)

Previous Post

YLBH Papua Tengah Minta Oknum TNI Penembak Warga Sipil di Jayapura Dipecat

Next Post

Diskop dan UMKM Mimika Bikin Aplikasi Program Pengembangan Ekonomi Rakyat

admin_telukpapua

admin_telukpapua

Next Post
Diskop dan UMKM Mimika Bikin Aplikasi Program Pengembangan Ekonomi Rakyat

Diskop dan UMKM Mimika Bikin Aplikasi Program Pengembangan Ekonomi Rakyat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teluk Papua

© 2025 Teluk Papua

Redaksi

  • Advertise
  • Redaksi
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • TelukPapua.com
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL

© 2025 Teluk Papua