TIMIKA, TelukPapua.com – Pemkab Mimika diminta untuk menyelesaikan konflik antara para pendulang dengan pemilik sejumlah toko emas di Timika. Hal ini agar para pendulang dan pemilik toko emas dapat melakukan tranksaksi jual beli dengan lancar.
Ketua Pemuda Kur Tam Tayando Kabupaten Mimika, Arifin Letsoin menegaskan, Pemkab Mimika sebaiknya membentuk tim lintas instansi atau unit khusus untuk mengatur legalitas pembelian dan penjualan emas hasil dulang guna mencari solusi terbaik bagi pendulang.
“Kalau Pemda Mimika tidak selesaikan ini, maka lagi dan lagi aksi para pendulang blokade jalan hingga bakar ban di depan toko emas di Timika. In ikan dalam beberapa pekan terakhir hal ini terus terjadi. Akibat dari para pembeli emas hasil dulang tradisional tutup toko sehingga memicu amarah pendulang, kata Arifin Letsoin kepada TelukPapua.com, Senin, 23 Februari 2026.
Menurut Arifin, Pemkab Mimika diminta untuk monitor peristiwa ini dan segera mengambil langkah kongkrit untuk menyelesaikannya.
“Ini urusan perut, jika hasil para pendulang tidak bisa dijual, mereka bisa saja melakukan apa saja termasuk kejadian yang sudah kita saksikan saat ini,” urainya.
Arifin mendesak Pemda Mimika segera membentuk salah satu Unit Dagang untuk menjawab kondisi seperti ini, sebab pendulang juga merupakan salah satu motor penggerak ekonomi di Kabupaten Mimika.
“Mereka bisa juga disebut sebagai jantung perputaran roda ekonomi di kabupaten ini,” katanya.
Sementara itu, pantauan langsung TelukPapua.com di lokasi kejadian, menyebutkan, para pendulang emas ini sejak Senin, 23 Februari 2026 sore terlihat sudah berada di depan sejumlah toko emas di Kawasan Jalan Ahmad Yani- Gorong-GorongTimika.
Mereka hendak menjual hasil dulang emas mereka, namun hingga malam hari toko emas tersebut masih ditutup pemiliknya.
Karena itu mereka melakukan aksi lantaran kesal pemilik toko emas tidak membuka toko tanpa adanya pemberitahuan yang jelas.
“Kami sudah dari sore duduk-duduk saja di depan toko ini. Kalau mereka belum buka, harus sampaikan ke kami alas an yang jelas, supaya kami juga tahu,” ujar salah satu pendulang.(red)

