TIMIKA, TelukPapua.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, 5 Juni 2026, sekolah TK Negeri Pembina Timika menggelar Pentas Seni dan Kreativitas Pemeran Daur Ulang, Kamis 4 Juni 2026.
Pentas seni dan pameran daur ulang adalah cara kreatif untuk menyulap limbah seperti botol plastik, kertas, dan kemasan menjadi karya seni bernilai tinggi dan ekonomis. Kegiatan ini menampilkan kardus bekas, botol plastik dan lainnya menjadi kerajinan tangan edukatif
Kegiatan ini dilaksanakan menjelang acara penamatan 195 murid TK Negeri Pembina yang dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Gedung Eme Neme Yauware Timika.

Acara tersebut dihadiri Kabid Paud Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Kepala Kelurahan Inauga, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Mimika yang juga sebagai Kepala Sekolah TK Negeri Pembina, Antoneta Manuhutu, para kepala sekolah TK, guru dan orang tua murid.
Ratusan murid dari 11 rombongan belajar terlihat tampil menarik dalam gebyar pentas seni dan kreativitas yang ditonton orang tua, guru dan para tamu yang hadir.
Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Timika yang juga Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kabupaten Mimika, Antoneta Manuhutu, S.Pd merasa bangga atas penampilan anak-anak didiknya yang tampil berani dan percaya diri dihadapaan ratusan penonton.
Kata Manuhutu, acara pentas seni dan pameran berlangsung penuh keceriaan anak-anak, dan warna warni ornamen hasil kreativitas daur ulang.
” Hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Saya merasa bangga melihat transformasi sekolah kami menjadi galeri seni yang megah,” ujar Manuhutu.
Menurut Manuhutu, kegiatan dan program yang dilaksanakan tersebut berkaitan erat dengan materi terakhir dalam semester dua yakni tentang imajinasi dan kreatifitas.
“Program sekolah tentang daur ulang sampah mengangkat krarifan lokal yaitu makanan khas dari berbagai daerah,” tuturnya.

Manuhutu menjelaskan, hampir seluruh ornamen dekorasi panggung dan pameran yang ada di halaman sekolah merupakan hasil karya para guru dan siswa yang berasal dari barang-barang bekas yang bernilai seni.
“Melalui tangan-tangan kreatif; botol plastik, kardus bekas, kantong plastik dan tutup botol bekas ini, telah berubah menjadi karya seni yang indah,” jelasnya.
Kata Manuhutu, kegiatan ini bukan sekadar pameran dan pentas seni, tapi merupakan pesan nyata bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga bumi.
“Saya mengucapkan apresiasi kepada murid-murid yang kreatif, para guru yang selalu membimbing, serta orang tua yang telah mendukung penuh. Karya seni luar biasa yang kita pamerkan hari ini adalah bukti nyata bahwa barang-barang bekas pun dapat diubah menjadi karya bernilai tinggi jika disentuh dengan kreativitas dan kepedulian lingkungan,” ujar Manuhutu.
Manuhutu menambahkan, pameran daur ulang ini, sebagai sarana bagi anak-anak belajar mengasah bakat seni, dan juga menanamkan karakter peduli lingkungan dan inovasi sejak dini. (red)

