TIMIKA, TelukPapua.Com – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Tahun 2026, pada Jumat 30 Januari 2026. Anggota Parlemen Mimika ini merespon sejumlah keluhan masyarakat dengan meninjau langsung beberapa lokasi di Distrik Wania, diantaranya Kantor Distrik Wania, Jembatan Soponyono, Kelurahan Kamoro Jaya, Jalan Kasamol dan Tempat Pembuangan Sampah Sementara di Lapangan Jayanti Jalan Yos Sudarso Timika.
Dalam kunjungan kerja tersebut, rombongan Komisi II DPRK Mimika dipimpin Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, didampingi Wakil Ketua, Mariunus Tandiseno, Sekretaris Komisi Adrian Andhika Thie, serta anggota dewan lainnya.
Selain itu, ikut didampingi Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun,S.STP, Lurah Wonosari Jaya, J.R. Rahakbauw, Lurah Kamoro Jaya, Musdalifa Sekewael dan Kepala Kampung Mandiri Jaya dan kepala Kampung Kadun Jaya.
Wakil Ketua Komisi II, Mariunus Tandiseno, S.Sos.M.Si mengatakan, jembatan yang sedang ditinjau di Kelurahan Wonosari Jaya SP 4 menjadi prioritas untuk ditangani oleh dinas terkait. Karena jembatan ini merupakan salah satu akses untuk aktifitas warga, sehingga harus cepat dikerjakan.
“Jembatan ini sangat penting, sehingga dinas terkait harus segera merespon. Kondisinya sudah sangat berbahaya bagi keselamatan warga yang menggunakan jembatan ini. Harus segera ditindak lanjuti dan komisi II akan segera berkoordinasi dengan dinas PUPR,”ujarnya.
Menurut Mariunus, Distrik Wania ini termasuk salah satu distrik dalam kota dan luas wilayah maupun jumlah penduduknya cukup banyak, sehingga harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah, khususnya infrastruktur jalan, jembatan, air bersih dan lain sebagainya.
“Komisi II turun ke distrik Wania untuk mendengarkan langsung keluhan dan melihat kondisi lapangan. Nanti hasil temuan dan kebutuhan masyarakat ini, kami koordinasikan dengan OPD tehnis,”ucapnya.
Tandiseno juga menyoroti kurangnya kesadaran warga terkait pembuangan sampah di wilayah ini.
“Setiap hari masyarakat buang sampah sembarangan di pinggir jalan sampai menumpuk. Padahal, kita lihat pihak kelurahan maupun apparat kampung membuat taman di area itu, dengan tujuan supaya masyarakat jangan buang sampah sembarangan,” jelasnya.
Tandiseno berharap, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, sehingga semua pihak menjaga kebersihan dan keindahan wilayah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun,S.STP mengatakan, bahwa pemerintah telah menyediakan tempat sampah, sehingga diharapkan masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya.
Bahkan, kata Merlyn, pihaknya terus menggaungkan program jumat bersih setiap minggu, dengan tujuan dapat memberikan kesadaran kepada warga terkait pentingnya menjaga kebersihkan. (Guntur F)

