TIMIKA, TelukPapua.Com – YLBH Papua Tengah meminta Kapolres Mimika beserta jajaranya untuk mengambil sikap tegas dengan melumpuhkan para pelaku begal dengan timah panas. Pasalnya, aksi brutal sekelompok begal tersebut menyebabkan enam orang pemuda mengalami luka-luka di Jalan Bougenville Timika, tepatnya di lokasi penjualan es “Esti” (Es Tiga Ribu) pada Rabu, 28 Januari 2026, sekitar pukul 22.37 WIT.
“Aksi begal ini kian meresahkan masyarakat Kabupaten Mimika. Untuk itu, kami YLBH Papua Tengah minta Kapolres Mimika beserta jajaranya untuk mengambil sikap tegas dengan melakukan tindakan tembak di tempat dengan tegas dan terukur,” tegas Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, S.H kepada jurnalis TelukPapua.Com, Kamis 29 Januari 2026.
Lebih lanjut Yosep menegaskan, para pelaku begal harus diberantas di Timika.
“Begal ini tidak ada tempat di Timika, semua elemen masyarakat harus memberantas begal karena tindakan mereka sangat beringas dan cara-cara mereka kejam dan tidak manusiawi,” ujarnya.
Kata Yosep, warga Mimika membutuhkan kenyamanan dan kedamaian tanpa ada rasa takut dalam melaksanakan aktivitas.
“Kami mendukung penuh Kapolres Mimika beserta jajarannya jika pelaku begal dan jamret di tembak di tempat untuk memberikan efek jera. Jangan biarkan para pelaku begal dan jambret berkeliaran di Timika. Lumpuhkan mereka dengan tindakan tegas dan terukur,” katanya.
Diberitakan media ini, enam orang pemuda mengalami luka-luka setelah diserang kelompok begal di Jalan Bougenville Timika, tepatnya di lokasi penjualan es “Esti” (Es Tiga Ribu) pada Rabu, 28 Januari 2026, sekitar pukul 22.37 WIT.
Para pelaku diduga berjumlah empat orang datang di TKP dengan menggunakan dua unit sepeda motor. Aksi pencurian dengan kekerasan (begal) menyebabkan, salah satu korban, Bernama Fajar Muhammad Kailem (19), mengalami luka potong serius di tangan kiri akibat serangan pelaku menggunakan senjata tajam, hingga mengakibatkan tangan korban putus.
Data yang dihimpun menyebutkan, para korban diketahui sedang nongkrong di lokasi kejadian. Tiba-tiba, para pelaku datang menghampiri dan langsung melontarkan kata-kata provokatif kepada korban. Salah satu korban sempat membalas ucapan tersebut, namun situasi dengan cepat berubah menjadi mencekam.
Salah satu pelaku yang mengenakan hoodie abu-abu turun dari sepeda motor dan langsung mengancam para korban menggunakan senjata tajam jenis parang. Para korban pun panik dan berhamburan melarikan diri untuk menyelamatkan diri masing-masing.
Naas, saat berusaha menyelamatkan diri, salah satu korban, Fajar Muhammad Kailem (19), mengalami luka potong serius di tangan kiri akibat serangan senjata tajam, hingga mengakibatkan tangan korban putus. Korban sempat berteriak meminta pertolongan saat kejadian berlangsung.
Selain menimbulkan korban luka berat, para pelaku juga berhasil membawa kabur sepeda motor dan HP milik korban, antara lain:
Satu unit handphone Samsung warna abu-abu milik Samsul Hadi Rumadai (18), satu unit handphone Poco M60 warna silver dan satu unit sepeda motor Honda Scoopy 110 cc warna merah hitam milik Marselino Farelian Ezra Kaize (18). Satu unit sepeda motor Honda Vario 125 warna hitam milik Ade Adriansyah (20). Sementara korban lainnya, yakni Rio Amanda Pasande (18) dan Yulianus Rahayaan (21), selamat tanpa kehilangan barang namun mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Para korban sesaat setelah kejadian langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk mendapat perawatan medis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polres Mimika masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku. (red)

