TIMIKA, TelukPapua.com – Wakil Ketua Umum (Waketum) Aliansi Pemuda Kei Mimika (APKM), Hieronimus Leisubun menegaskan, generasi muda Kei di Timika diminta untuk menghentikan atau stop melakukan tindakan yang memicu konflik di Timika. Pemuda Kei harus menciptakan Kamtibmas di Mimika serta bangkit dari image buruk atau kesan buruk publik atas tindakan oknum yang terlibat dalam sejumlah kasus kriminal di Timika.
“Kegiatan penyuluhan hukum hari ini punya nilai positif yang besar. Saya berharap ini momentum untuk pemuda – pemuda Kei agar stop lakukan tindakan kriminal, sebaliknya bangkit dari keterpurukan. Kita tidak boleh lagi lakukan masalah kriminal. Kita harus menekan angka kriminal yang melibatkan pemuda – pemuda Kei,” ujar Waketum Aliansi Pemuda Kei Mimika, Hieronimus Leisubun kepada TelukPapua.com, Sabtu 18 Oktober 2025.
Menurut Roni sapaan akrab Waketum APKM ini, pentingnya meminimalisir kejahatan yang dilakukan seseorang akibat pengaruh minuman beralkohol yang berlebihan.

“Perlu ada edukasi, sehingga tidak boleh menikmati alkohol dengan jumlah yang berlebihan yang kadang dapat memicu seseorang melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga dan orang lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut Roni berharap, seluruh pengurus APKM dan generasi muda Kei yang mengikuti penyuluhan hukum ini agar tetap bersatu dan tidak melakukan tindakan yang memicu konflik baik antara sesama pemuda Kei maupun pihak lain di Timika.
Sedangkan Yosep Temorubun, S.H., selaku Ketua Aliansi Pemuda Kei Mimika (APKM) yang juga Direktur YLBH Papua Tengah saat diwawancarai TelukPapua.com, menjelaskan tujuan kegiatan penyuluhan hukum tersebut adalah untuk memberikan kesadaran dan pertanggung jawaban hukum secara pribadi kepada generasi muda Kei di Mimika.
“Jadi kita buat kegiatan ini semata- mata untuk memberikan kesadaran hukum buat adik-adik kita, anak-anak kita, karena potensi konflik yang terjadi di Timika ini melibatkan oknum anak-anak kita. Meski dilakukan oknum, cuma penilaian publik itu sifatnya mengarah kepada nama suku, sehingga kita buat ini tujuannya memberikan pemahaman secara hukum dan juga pertanggung jawaban secara pribadi,” ungkapnya
Lanjut Yosep, upaya menjaga Kamtibmas di Kota Timika menjadi tanggung jawab semua stakeholder baik dari tiap kompleks maupun kampung yang didiami pemuda Kei, sehingga para pemuda Kei diundang untuk mengikuti kegiatan penyuluhan hukum ini.

“Situasi keamanan di Timika ini bukan semata- mata tanggung jawab kepolisian, tetapi semua stakeholder. Tujuannya memberikan kesadaran dan pemahaman hukum kepada mereka,” jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan AKP Rian Oktaria, S.Tr.K., S.I.K, selaku Kasat Reskrim Polres Mimika, saat diwawancarai TelukPapua.com.
“Pesan saya untuk Pemuda Kei kedepanya tetap menjaga kelompakan agar tidak berselisih paham antar kampung, daerah maupun keluarga,” ucap Rian.
Sekretaris itu, Yosep Warawarin selaku Sekretaris Bidang Hukum dan Advokasi APKM, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada nara sumber, Pak Kasat Reskrim Polres Mimika, Jubir YLBH Papua Tengah, para pimpinan APKM serta para peserta pemuda Kei Mimika atas antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan ini menambah pengetahuan, memperkuat kesadaran hukum, serta mendorong semua pihak untuk menjaga Kamtibmas di Timika,” ujarnya.(John)

