TIMIKA, TelukPapua.com — Komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) Papua terus digaungkan oleh Yayasan Sa Noken melalui aksi nyata di bidang sosial dan pendidikan. Berangkat dari kesadaran bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, yayasan ini menghadirkan program literasi berbasis anak muda, salah satunya melalui pembangunan Taman Baca Sa Noken di Kabupaten Mimika.
Program tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Distrik Mimika Baru. Melalui Kepala Distrik, Merlyn Temorubun, Yayasan Sa Noken diberikan ruang untuk mengelola lahan yang kini disulap menjadi taman baca terbuka. Proses pembangunan dilakukan secara gotong-royong, mulai dari pembabatan lahan, pengecatan, hingga penataan ruang belajar yang ramah bagi masyarakat.
Founder Yayasan Sa Noken, Hefron Tabuni, menyampaikan bahwa kesempatan tersebut menjadi momentum penting bagi pihaknya untuk menghadirkan perubahan nyata, terutama dalam meningkatkan minat baca dan pendidikan karakter generasi muda.
“Kami memiliki semangat dan program, namun seringkali terbatas pada dukungan. Kesempatan dari Pemerintah Distrik Mimika Baru ini sangat berarti bagi kami untuk mewujudkan taman baca sebagai ruang belajar bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hefron, pembangunan taman baca ini merupakan langkah awal dalam menciptakan generasi muda Papua yang berdaya saing melalui literasi. Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan manusianya.
“Membangun Papua tidak harus dimulai dari gedung-gedung tinggi. Yang paling penting adalah membangun manusianya terlebih dahulu. Jika manusianya tidak siap, maka pembangunan tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa para penggerak di Yayasan Sa Noken merupakan anak-anak muda yang berangkat dari nol, namun memiliki semangat besar untuk berkontribusi. Meski tanpa dukungan finansial yang memadai, mereka tetap bergerak dengan keyakinan bahwa kerja tulus akan membawa hasil di kemudian hari.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Yulita Kudiai, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Yayasan Sa Noken. Menurutnya, gerakan yang lahir dari kesadaran dan kepedulian masyarakat seperti ini patut didukung oleh pemerintah.
“Mereka memulai dari tidak ada menjadi ada. Ini adalah contoh nyata anak muda yang kreatif dan peduli lingkungan. Dinas Sosial tentu mendukung penuh inisiatif seperti ini, karena sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Yulita juga berharap langkah Yayasan Sa Noken dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk turut berkontribusi dalam pembangunan sosial di Papua, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.
Dengan hadirnya Taman Baca Sa Noken, diharapkan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja di Mimika, memiliki akses ruang belajar yang lebih terbuka, kreatif, dan inklusif. Inisiatif ini sekaligus menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten dan penuh kepedulian.(G.Fakaubun)

