TIMIKA, TelukPapua.com – Salah satu bakal calon Ketua KNPI Mimika, Arifin Letsoin mengatakan, oknum aparat keamanan yang diduga menerobos masuk ruang privat seorang tokoh agama di lingkungan Gereja Katolik di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah beberapa hari lalu dapat mencederai nilai harmoni yang telah dibangun Pemkab Mimika. Apalagi aksi brutal oknum aparat tersebut dilakukan tanpa melakukan koordinasi resmi dengan pihak otoritas gereja.
Demikian ditegaskan Arifin Letsoin pada Rabu 29 April 2026. Arifin menyebut, aksi agresif oknum aparat tersebut juga dinilai telah menciptakan rasa tidak aman di kalangan pemuka agama di wilayah tersebut.
“Situasi ini tidak boleh dianggap sepele, karena menyangkut stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Mimika. Saya menilai, tindakan-tindakan agresif yang terjadi belakangan ini berpotensi merusak harmoni yang selama ini terjaga dengan baik,” ujar Arifin Letsoin.
Menurutnya, pemuka agama memiliki peran sentral sebagai penjaga moral, penyejuk masyarakat, serta jembatan perdamaian di tengah berbagai dinamika sosial. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, ancaman, maupun tindakan kekerasan terhadap mereka merupakan ancaman serius bagi kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, Arifin mendesak aparat keamanan untuk bertindak cepat dan tegas dalam menangani setiap kasus yang terjadi, serta memastikan perlindungan maksimal bagi tokoh-tokoh agama di Mimika. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga persatuan.
“Ini bukan hanya soal individu, tapi soal menjaga wajah Mimika sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh elemen pemuda Mimika agar dapat mengambil peran aktif dalam meredam potensi konflik, melalui pendekatan dialog, edukasi, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Ini menjadi sinyal bahwa isu keamanan terhadap pemuka agama kini mulai mendapat perhatian serius, terutama dari kalangan pemuda,” tutur Arifin. (red)

