TIMIKA, TelukPapua.com – YLBH Papua Tengah meminta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan terkait dugaan penembakan oknum aparat terhadap tiga warga sipil di Gorong-Gorong- Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Senin, 23 Februari 2026 malam.
Berdasarkan hasil investigasi YLBH Papua Tengah menyebutkan, ada tiga warga sipil yang menjadi korban penembakan oknum aparat saat terjadi kericuhan para pendulang di ruas Jalan Ahmad Yani Timika, Senin 23 Februari 2026 malam. Para pendulang membakar ban dan memblokade jalan lantaran mereka tidak bisa melakukan transaksi jual beli hasil dulangan karena toko emas ditutup pemiliknya.
Ketiga korban yang saat ini sedang menjalani operasi di RSUD Mimika yakni Antonia Theresia Matakohi, Goffrin Waramori dan Gobay.
“Kami YLBH Papua Tengah mengecam keras penggunaan kekuatan berlebihan oleh Polres berupa pengejaran dan penembakan secara tidak profesional terhadap aksi massa yang melakukan aksi akibat penutupan toko emas. Kami YLBH Papua Tengah minta toko emas berani terbuka dan menyampaikan ke publik apakah benar pemilik toko emas tidak ada uang atau ada sesuatu yang disembunyikan sehingga membuat kesulitan terhadap pendulang emas,” tegas Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, S.H kepada TelukPapua.com, Rabu 25 Februari 2026.
Menurut Yosep, pemilik toko emas sering menutup toko guna menghindari melakukan transaksi jual beli emas dulangan para pendulang.
“ Kami analisa bahwa ada hal yang tidak bisa disampaikan ke public. Kenapa pemilik toko emas tiba-tiba menutup toko emas dengan alasan yang tidak masuk akal. Padahal salah satu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mimika bersumber dari hasil pendulangan tradisional yang dapat membantu para pendulang,” jelasnya.
Lebih lanjut kata Yosep, agar ke depan pemilik toko emas tidak lagi menutup tokonya dengan alasan yang tidak jelas, pihak YLBH Papua Tengah minta dibentuk tim independen untuk mengusut tuntas dan memastikan proses jual beli emas tidak lagi bermasalah demi menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Mimika.
“Kami minta keluarga korban mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus penembakan tersebut ke Polres Mimika dan Propam, jika mengalami kendala YLBH Papua Tengah siap mendampingi keluarga korban,” ujarnya.(red)

