• Advertise
  • Redaksi
  • Contact Us
Teluk Papua
  • BERANDA
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Teluk Papua
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

YLBH Papua Tengah Minta Kapolri Turun Tangan Terkait Dugaan Penembakan Tiga Warga Sipil di Gorong-Gorong

admin_telukpapua by admin_telukpapua
2 months ago
in BERITA UTAMA, MIMIKA, NASIONAL
YLBH Papua Tengah Minta Kapolri Turun Tangan Terkait Dugaan Penembakan Tiga Warga Sipil di Gorong-Gorong

Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, S.H. Foto: Ist/TelukPapua.com.

0
SHARES
150
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TIMIKA, TelukPapua.com – YLBH Papua Tengah meminta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan terkait dugaan penembakan oknum aparat terhadap tiga warga sipil di Gorong-Gorong- Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Senin, 23 Februari 2026 malam.

Berdasarkan hasil investigasi YLBH Papua Tengah menyebutkan, ada tiga warga sipil yang menjadi korban penembakan oknum aparat saat terjadi kericuhan para pendulang di ruas Jalan Ahmad Yani Timika, Senin 23 Februari 2026 malam. Para pendulang membakar ban dan memblokade jalan lantaran mereka tidak bisa melakukan transaksi jual beli hasil dulangan karena toko emas ditutup pemiliknya.

Ketiga korban yang saat ini sedang menjalani operasi di RSUD Mimika  yakni Antonia Theresia Matakohi, Goffrin Waramori dan Gobay.

“Kami YLBH Papua Tengah mengecam keras penggunaan kekuatan berlebihan oleh Polres berupa pengejaran dan penembakan secara tidak profesional  terhadap aksi massa yang melakukan aksi akibat penutupan toko emas. Kami YLBH Papua Tengah minta toko emas berani terbuka dan menyampaikan ke publik apakah benar pemilik toko emas tidak ada uang atau ada sesuatu yang disembunyikan sehingga membuat kesulitan terhadap pendulang emas,” tegas Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, S.H kepada TelukPapua.com, Rabu 25 Februari 2026.

Menurut Yosep, pemilik toko emas sering menutup toko guna menghindari melakukan transaksi jual beli emas dulangan para pendulang.

“ Kami analisa bahwa ada hal yang tidak bisa disampaikan ke public. Kenapa pemilik toko emas tiba-tiba menutup toko emas dengan alasan yang tidak masuk akal. Padahal salah satu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mimika bersumber dari  hasil pendulangan tradisional yang dapat membantu para pendulang,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Yosep, agar ke depan pemilik toko emas tidak lagi menutup tokonya dengan alasan yang tidak jelas, pihak YLBH Papua Tengah minta dibentuk tim independen untuk mengusut tuntas dan memastikan proses jual beli emas tidak lagi bermasalah demi menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Mimika.

“Kami minta keluarga korban mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus penembakan tersebut ke Polres Mimika dan Propam, jika mengalami kendala YLBH Papua Tengah siap mendampingi keluarga korban,” ujarnya.(red)

Tags: YLBH Papua Tengah
Previous Post

PW Fatayat NU Papua Tengah Gelar Sahur Gratis Selama Sembilan Hari di Timika

Next Post

Empat Pansus DPRK Mimika Bekerja Enam Bulan

admin_telukpapua

admin_telukpapua

Next Post
Empat Pansus DPRK Mimika Bekerja Enam Bulan

Empat Pansus DPRK Mimika Bekerja Enam Bulan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teluk Papua

© 2025 Teluk Papua

Redaksi

  • Advertise
  • Redaksi
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • TelukPapua.com
  • BERITA UTAMA
  • PAPUA
  • MIMIKA
  • NASIONAL
  • TELUK PAPUA FOTO
  • ADVERTORIAL

© 2025 Teluk Papua