TIMIKA, TelukPapua.com – YLBH Papua Tengah mengecam keras penembakan terhadap warga sipil di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah yang terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam insiden tersebut, lima orang dilaporkan tewas, dan satu orang balita mengalami luk-luka. Pihak istana harus bertanggung jawab atas insiden penembakan terhadap warga sipil di wilayah Tembagapura itu.
Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, S.H pada Sabtu, 9 Mei 2026 menegaskan, insiden penembakan yang tidak manusiawi dan brutal tersebut menunjukkan bahwa negara gagal dalam melindungi warga sipil di tanah Papua.
“Konflik bersenjata di tanah Papua semakin hari, semakin tidak terbendung dengan gaya operasi militer secara senyap yang melibatkan alat negara,” tegasnya.
Kata Yosep, aksi pembiaran pihak istana terkait penyelesaian konflik di tanah Papua menunjukkan bahwa secara terang-terangan bisnis elit Jakarta semakin tumbuh subur. Sebaliknya yang menjadi korban adalah warga sipil.
“Jika hari ini rakyat Papua ingin memisahkan diri dari Republik ini, karena negara dinilai telah gagal melindungi rakyat sipil dari kejahatan dan negara tidak mampu menyelesaikan konflik bersenjata di tanah Papua,” katanya.
Lebih lanjut Yosep menegaskan, selama negara ini tidak ada etikad baik untuk menyelesaikan konflik bersenjata di tanah Papua maka jangan berharap bahwa Papua akan damai, dan yang menjadi korban adalah warga sipil, TNI-Polri dan TPM/OPM.(*)

